Breaking News:

Ayo Konversi Ke Syariah

ACEH dikenal memiliki mas­yarakat yang kuat dengan aja­ran-ajaran Islam, tentunya tidak asing dengan lembaga keuangan yang menjalankan sistem

Ayo Konversi Ke Syariah
IST
Dr. Salman Nasution, SE.I., MA Pengamat Perbankan Syariah, Akademisi dan Penulis

ACEH dikenal memiliki mas­yarakat yang kuat dengan aja­ran-ajaran Islam, tentunya tidak asing dengan lembaga keuangan yang menjalankan sistem keuan­gan secara Syariah.

Mungkin tidaklah mudah mengubah sistem keuangan konvensional (kapitalistik) yang selama ini berdiri ditengah-ten­gah masyarakat Aceh sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengeksistensikan kembali lembaga Islam yang pernah berjaya. Namun, mau tidak mau atau suka tidak suka setelah Qanun menjadi rujukan perundang-undangan di Aceh, maka seluruh aktifitas kegiatan masyarakat Aceh harus berlan­daskan kepada Syariah termasuk diantaranya lembaga keuangan.

Secara operasional, tidak ada yang membedakan lembaga keuan­gan Syariah dengan konvensional diantaranya simpan pinjam, jual beli dan aktifitas dasar lembaga keuangan terkhususnya perbankan yaitu menghimpun dan menyal­urkan dana di masyarakat untuk meningkatkan taraf hidup rakyat.

Namun secara substantif, perbedaan tersebut akan terlihat secara dampak diantaranya ke­timpangan sosio-ekonomi, bahwa aktifitas ekonomi akan dinikmati oleh sebagian kecil masyarakat.

Hal di atas juga disebutkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam Al Quran surah Al Hasyr ayat 7, artinya ”…supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu…”.

Para penikmat ekonomi akan mengayakan dirinya dan keluarganya namun tidak pada masyarakat secara luas. Keti­dakstabilan sosio-ekonomi ter­cipta yaitu kriminalitas (men­curi, perampokan, penceraian, dan lainnya) karena alasan pengangguran dan kemiskinan. Qanun LKS

Adanya hubungan antara kemiskinan terhadap kriminalitas yang telah diteliti oleh Firdaus Anata (Studi Pada 31 Provinsi di Indonesia Tahun 2007-2012) yang dipublish pada Jurnal Ekonomi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya tahun 2013.

Selain dampak dari kemiskinan terhadap kriminalitas, kejahatan ekonomi juga pernah hadir pada zaman Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam yaitu orang-orang jahil­iah melakukan segala cara untuk memaksimalkan keuntungan tanpa melihat dampak negatif yang ditim­bulkannya sehingga kemiskinan dan pengangguran menciptakan perbu­dakan dan penyiksaan. Adapun satu diantara budak yang dibebaskan Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam adalah Bilal bin Rabah dari tangan Umayyah bin Khalaf.

Selanjutnya pada data BPS (Badan Pusat Statistik) pada Ma­ret 2019 menyebutkan persen­tase kemiskinan Aceh mencapai 15,32 persen atau ada 819 ribu masyarakat Aceh berada dalam kategori miskin.

Hal senada juga diungkapkan oleh Direktur Eksekutif Asian Development Bank (ADB) tentang tingginya angka kemiskinan di Aceh. Cukup banyak alasan dan pendapat tentang penyebab kena­pa angka kemiskinan masyarakat Aceh cukup tinggi, diantaranya kultur individu, struktur sosial dan investasi.

Hal ini perlu dikaji se­cara mendalam terkait dengan pendapat dan penyebab angka kemiskinan sangat tinggi di Aceh. Namun pastinya, tidak ada seo­rang manusia pun ingin hidup miskin dan susah sehingga meng­ganggu hidup dan kehidupannya.

Dari berbagai dampak buruk dari prilaku kejahatan jahiliyah dan sistem kapitalistik terha­dap kondisi sosio-ekonomi mas­yarakat tentunya harus disikapi secara tegas dengan menghil­angkan atau menggantikannya (konversi) dengan sistem ekonomi yang berkeadilan dalam hal ini sistem Syariah. Islam adalah ajaran yang sempurna sehingga semua aktifitas apapun diatur termasuk ekonomi seperti jual beli yang termaktub dalam Al Qu­ran surah Al Baqarah ayat 275.

Fastabiqul khoirat atau berlomba-lomba dalam kebaikan tentu menjadi kebiasaan umat Islam untuk terus memperbaiki diri dan memperbaiki sistem (hi­jrah) yang selama ini mengganggu kehidupan menuju masyarakat madani. Kita sangat berbangga dengan semangat dan motivasi dari umat Islam di Aceh untuk mengembalikan sistem Islam pada semua lembaga-lembaga negara termasuk lembaga keuan­gan yang menjalankan sistem berlandaskan kepada Al Quran dan As Sunnah. Semoga konversi lembaga keuangan konvensional menjadi lembaga keuangan Sya­riah dapat berjalan dengan baik dan sempurna. Amiin.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved