Breaking News:

Salam

Tahun 1442 H, Kuatkan Tekat Menghalau Corona  

Menteri Agama Fachrul Razi mengajak umat untuk meneguhkan persatuan dan mewujudkan kehidupan berbangsa yang lebih baik

kemenag.go.id
Fachrul Razi 

Menteri Agama Fachrul Razi mengajak umat untuk meneguhkan persatuan dan mewujudkan kehidupan berbangsa yang lebih baik pada momentum Tahun Baru 1442 Hijriyah. "Mari peringati tahun baru Islam dengan penuh syukur. Manfaatkan kehadirannya untuk terus berusaha hijrah menjadi manusia, bangsa dan umat yang lebih baik," seru Menag dua hari lalu.

Menurut Fachrul Razi, tahun baru hijriyah selalu mengingatkan umat Islam pada momen bersejarah hijrah Rasulullah dari Makkah ke Madinah. Semangat hijrah adalah berpindah dari keadaan yang tidak baik di suatu tempat ke tempat lain untuk menggapai keadaan yang lebih baik. "Maka mari manfaatkan momentum 1 Muharram 1442H untuk teguhkan persatuan menuju dan mewujudkan Indonesia maju," kata Fachrul.

Pesan penting Menag kepada masyarakat supaya dalam memperingati Tahun Baru Hijriyah, kegiatan apapun harus dilaksanakan dengan penuh ketaatan terhadap protokol kesehatan. Langkah ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Corona. “Sambut tahun baru dengan kesederhaan dan penuh rasa syukur. Tetap jaga jarak, gunakan masker, dan rajin cuci tangan."

Tahun baru Islam juga dimaknai sebagai semangat perjuangan yang tak kenal lelah dan putus asa dalam menyebarkan agama Islam oleh Nabi Muhammad dan para sahabatnya. Meskipun banyak tantangan dan rintangan, Nabi Muhammad dan sahabat tak pernah menyerah atau pesimis. Bahkan Nabi Muhammad hijrah ke Madinah meninggalkan tempat kelahirannya, saudara, dan harta bendanya hanya agar bisa memenuhi perintah dan wahyu yang diberikan Allah Swt.

Pergantian tahun baru Islam juga dimaknai sebagai momen untuk intropeksi diri atau muhasabah. Seiring waktu yang terus berjalan dan berlalu, dengan adanya tahun baru Islam, diharapkan umat muslim lebih mawas diri, introspeksi dan bermuhasabah atas segala tindakan dan perbuatan yang dilakukan selama 12 bulan. Sekaligus memikirkan apa yang harus diperbaiki dan amalan apa yang harus ditinggalkan di tahun mendatang.

Sudah dijelaskan tadi bahwa makna historis 1 Muharram sesungguhnya adalah momentum perubahan atau perpindahan dari satu kondisi yang tidak baik ke kondisi lain yang lebih baik. Dalam kaitannya dengan 1 Muharram 1442 H di tengah pandemi, tentu sangat relevan dengan keniscayaan perubahan secara mendasar dalam seluruh tatanan kehidupan. Khususnya dalam seluruh tatanan kehidupan sosial, ekonomi, budaya, dan politik di era kebiasaan baru. Sebagai contoh, sejumlah daerah meniadakan tradisi 1 Muharram yang berpotensi mengundang kerumunan massa dalam rangka mengantisipasi penularan Covid‑19.

Situasi buruk bagi sebagian besar negara-negara di dunia saat ini adalah menghadapi pandemi Covid-19. Di Aceh, penularan wabah itu secara masif telah merenggut nyawa tigapuluhan korbannya serta menyerang lebih seribu orang yang sebagian besar kini dalam perawatan secara terisolir di berbagai rumah sakit dan tempat-tempat lainnya.

Menghadapi situasi yang demikian, para pimpinan daerah yakni bupati dan wali kota saat ini sangat kewalahan. Selain keterbatasan fasilitas dan sumberdaya perawatan, tantangan terbesarnya adalah sikap sebagian masyarakat yang tak mematuhi protokol kesehatan.

Adalah Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, mencurahkan isi hati btentang kegundahannya terhadap penularan virus Corona yang dari hari ke hari terus meningkat. Setiap hari di Aceh belakangan ini bertambah lebih 50 kasus positif baru. Artinya, keadaan  itu sudah sangat gawat. Oleh karenanya Aminullah menginginkan adanya peraturan gubernur agar para wali kota dan bupati di Aceh memiliki kesamaan tindakan dalam mencegah penularan Covid-19.

Dan, bagi kita masyarakat tentu harus memanfaatkan momentum 1 Muharram ini untuk berhijrah. Dari tidak disiplin pada protokol kesehatan, sekarang berkomitmen kuat pada diri sendiri untuk setiap saat patuh pada protokol kesehatan. Hijrah jiwa atau semangat ini penting demi menggapai impian besar kita semua untuk mengenyahkan wabah Corona. Maka, pakailah masker bila keluar rumah, jaga jarak di ruang publik atau perkantoran, serta rajin cuci tangan menggunakan sabun.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved