Breaking News:

Berita Luar Negeri

Mantan PM Malaysia Mahathir: Kesepakatan UEA-Israel Picu Konflik Negara-Negara Islam

"Perjanjian tersebut akan membagi dunia Islam menjadi kelompok-kelompok yang bertikai, di mana Israel menjadi ‘bahan bakar’ dalam konflik ini"

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Muhammad Hadi
AFP
Mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad 

SERAMBINEWS.COM - Mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad mengecam kesepakatan hubungan diplomatik antara Uni Emirat Arab (UEA) dan Israel.

Ia menggambarkan normalisasi hubungan itu sebagai suatu "langkah mundur".

Melansir dari Middle East Monitor, Sabtu (22/8/2020) Mahathir mengatakan kesepakatan hubungan itu akan memecah belah dunia-dunia Islam.

"Perjanjian tersebut akan membagi dunia Islam menjadi kelompok-kelompok yang bertikai, di mana Israel menjadi ‘bahan bakar’ dalam konflik ini," katanya.

Mahathir juga memperingatkan bahwa perjanjian itu akan membuat terjadinya perang dan jauh dari kata perdamaian.

"Perjanjian tersebut akan meningkatkan kemampuan pihak yang bertikai untuk saling berperang, dan tidak akan ada perdamaian bahkan antara negara-negara Islam," katanya.

UEA Segera Bangun Kantor Kedutaan Besar di Tel Aviv Israel, 5 Negara Timur Tengah Menyusul?

UEA Punya Misi Terselubung Buka Hubungan dengan Israel, Permudah Pembelian Persenjataan Canggih AS

Tau Kabar UEA dan Israel Jalin Kesepakatan Hubungan Diplomatik, Truki Langsung Mengecamnya

Ia menjelaskan bahwa kesepakatan itu akan memperkuat klaim Israel bahwa Palestina adalah milik Israel.

Mahathir menekankan bahwa Palestina dan mereka yang bersimpati kepada Palestina akan bereaksi terhadap kesepakatan itu, yang artinya akan memperpanjang perang di Timur Tengah.

Pada 13 Agustus, Presiden AS, Donald Trump mengumumkan kesepakatan damai antara UEA dan Israel yang ditengahi oleh Washington.

Ini Daftar Korban Sevilla di Final Liga Europa, Termasuk Liverpool

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved