Breaking News:

Opini

Membangun Kearifan Bersama Di Darussalam  

Menurut para mufassir, maksud dari kata Darussalam adalah nama bagi salah satu syurga dari tujuh syurga Allah di mana digambarkan penghuni syurga

Membangun Kearifan Bersama Di Darussalam   
IST
Dr. Rita Khathir, M.Sc & Dr. Yuni Roslaili, MA, Keduanya adalah Dosen Unsyiah dan UIN Ar-Raniry Banda Aceh

Oleh Dr. Rita Khathir, M.Sc & Dr. Yuni Roslaili, MA, Keduanya adalah Dosen Unsyiah dan UIN Ar-Raniry Banda Aceh

 Berbahagianya kita warga Darussalam sebab nama Darussalam disebut oleh Allah di dalam Alquran sebanyak dua kali, yaitu Q.S. Al-An'am: 127 dan Q.S Yunus: 25.

Menurut para mufassir, maksud dari kata Darussalam adalah nama bagi salah satu syurga dari tujuh syurga Allah di mana digambarkan penghuni syurga Darussalam tidak punya perasaan takut, tidak ada kerisauan, tidak ada pertengkaran, aman dan damai dari segala kebisingan dan ucapan yang sia-sia. Singkat kata, tidak ada apapun dan siapapun yang mengganggu keamanan penghuninya. 

Untuk konteks Aceh, Darussalam adalah nama bagi sebuah tempat di Kota Banda Aceh yang menjadi tujuan untuk melanjutkan studi para pelajar Aceh dan luar Aceh. Pembangunan kembali pendidikan di Aceh secara bersungguh-sungguh ditandai dengan didirikannya sebuah kota pelajar mahasiswa Darussalam yang disingkat dengan nama Kopelma Darussalam, diresmikan oleh Presiden Soekarno pada tanggal 2 September 1959.

Dan dari tanggal inilah kemudian ditetapkan sebagai hari pendidikan daerah Aceh (Hardikda Aceh). Oleh karena itu kawasan Darussalam kemudian diberi nama Kopelma Darussalam, yang kemudian nama ini dijadikan nama bagi salah satu desa di kawasan ini, berada di bawah wilayah Kecamatan Syiah Kuala.

Jauh sebelum nama Kopelma Darussalam, nama Darussalam telah digunakan untuk nama sebuah kerajaan di Aceh, yaitu Kerajaan Aceh Darusssalam nan megah dan diakui secara internasional. Selain itu nama Darussalam kembali digunakan untuk menggantikan konsep "Darul Harb", yaitu suasana perang yang melanda Aceh sejak tahun 1953, bahkan jauh sebelum itu, yaitu semenjak Belanda mengumumkan perang terhadap rakyat Aceh pada tahun 1873.

Akan tetapi penggunaan konsep Darussalam di sini, sebenarnya terkait erat dengan usaha mengakhiri pemberontakan Darul Islam di Aceh pada tahun 1959 serta keinginan membangun kembali Aceh secara keseluruhan dalam suasana penuh kedamaian tak ubahnya bak di Syurga Darussalam.

Peresmian Kopelma Darussalam juga merupakan langkah awal dalam mengisi keistimewaan Aceh. Suatu status politik yang mulai diberlakukan pada bulan Mei di tahun 1959. Status politik ini dicapai oleh Missi Hardi yang diutus oleh Pemerintah Pusat yang waktu itu dipimpin oleh Ir. Juanda untuk mengakhiri pemberontakan Darul Islam di Aceh.

Pada tanggal 26 Mai 1959 tercapailah kesepakatan antara Missi Hardi dengan tokoh masyarakat Aceh, yaitu dengan memberikan keistimewaan kepada Aceh dalam bidang agama, peradaban, dan pendidikan.

Inilah konsensus yang dicapai terhadap permintaan Tgk. Daud Beureueh agar di Aceh dapat dilaksanakan syariat Islam. Untuk mengisi kesepakatan inilah maka kemudian Kopelma Darussalam didirikan di ibukota Provinsi Daerah Istimewa Aceh.

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved