Breaking News:

Kupi Beungoh

Cara Rusia Menjaga Ketahanan Pangan di Tengah Pandemi Covid-19

Kebetulan saya banyak terlibat dalam penanganan kebencanaan, saya diminta memberikan mata kuliah kebencanaan di Northern Federal University Russia

Serambinews.com
Abdullah Imron Nasution, mahasiswa Aceh sedang menempuh program doktoral di Rusia 

Oleh Abdillah Imron Nasution*)

Rusia merupakan satu dari segelintir Negara di dunia yang tergolong cepat dalam melakukan pemulihan ekonomi dampak dari pandemi Covid-19.

Awal wabah ini melanda, saya sedang berada di Rusia untuk menyelesaikan program doktoral.

Kebetulan karena selama di Aceh banyak terlibat dalam kegiatan penanganan kebencanaan, saya diminta untuk memberikan mata kuliah kebencanaan di Northern (Arctic) Federal University Russia.

Hal itu membuat saya untuk mencari tahu dan memahami cara Rusia menghadapi bencana, termasuk wabah Covid-19.

Berbicara kebencanaan, ini tak terlepas dari pada paradigma pengurangan risiko, yang dapat direduksi dengan mengetahui ancaman, mengendalikan kerentanan, serta dengan meningkatkan kapasitas sumber daya yang ada.

Dalam hal ini, ketahanan pangan sangat dibutuhkan dalam pengurangan ataupun penanggulangan bencana.

Antisipasi Krisis Pangan, Pemerintah Aceh Buat Gerakan Menanam

Harus Serius dan Cepat Antisipasi Krisis Pangan

Sebagai contoh, pada kondisi pandemi global Covid-19 saat ini, yang bisa saja di saat kebijakan lockdown dilakukan, akan memberi dampak sosial yang lebih besar.

Di Rusia, ketersediaan pangan memiliki skema regulasi yang memiliki arah terkait antara ketersediaan di tataran global dengan ketersediaan akses dan pendapatan masyarakat.

Ketersediaan pangan Rusia ini menjadi kewajiban pemerintah, baik dari sumber nasional maupun melalui mekanisme impor.

Halaman
1234
Editor: Yocerizal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved