Breaking News:

Setelah Komunitas Moge, MPR Lanjutkan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan Bersama Komunitas Otomotif

Empat Pilar itu adalah Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.

SERAMBINEWS.COM/Handover
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo memberi keterangan kepada pers seusai pembukaan sosialisasi empat pilar kebangsaan bersama Komunitas Otomotif di Gedung MPR RI, Senayan, Jakarta, Minggu (23/8/2020). 

Laporan Fikar W.Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - MPR RI menggelar sosialisasi empat pilar kebangsaan bersama Komunitas Klub Otomotif dan Deklarasi Kebangsaan 75 Tahun Indonesia Merdeka, di Gedung Nusantara IV MPR RI Senayan, Jakarta, Minggu (23/8/2020).

Sebelumnya sosialisasi empat pilar melibatkan komunitas motor besar atau motor gede alias moge.

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengatakan, kali ini sosialisasi melibatkan klub otomotif, setelah sebelumnya bersama komunitas motor besar.

“Kami mohon maaf kepada kawan-kawan komunitas yang tidak bisa kami tampung karena kita harus mematuhi protokol kesehatan. Hari ini hanya bisa menampung 100 klub saja dan masih 300 klub yang ingin ikut,” ujar Bambang.

Dijelaskan Empat Pilar itu adalah Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.

"Empat Pilar ini adalah soko guru atau fondasi untuk kekokohan kehidupan berbangsa Indonesia. Keempatnya telah teruji melalui sejarah panjang bangsa yang kita cintai ini," ujar Bambang Soesatyo, akrab disapa Bamsoet.

Ketua MPR menyebutkan, sebagai negara besar dan majemuk, Indonesia  adalah sebuah anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa,  di mana kiprah kemajemukan tersebut berhasil terjalin  dalam satu persatuan.

“Dalam rangka memantapkan persatuan dan kesatuan nasional seluruh rakyat Indonesia, kita  harus memiliki pandangan yang sama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Saya ingin menyampaikan pesan moral, mengapa 4 pilar ini penting bagi kita semua, kita tentu tidak ingin menjadi Suriah dan negara-negara timur tengah lainnya yang hancur karena perang saudara,  karena perang antar agama, karena perang antar suku, adat dan sebagainya,” sebut Ketua MPR.

Forum Keuchik Pertanyakan Subsidi Gaji

Toyota Urban Cruiser Mulai Terkuak, Pesanan Sudah Dibuka di India

“Yang kita sampaikan di sini adalah menyadarkan, bahwa walaupun agama, kepercayaan, suku dan asal kita berbeda-beda, namun kita memiliki tujuan yang sama dan memiliki bendera yang sama,  memiliki semangat yang sama,  yaitu Merah-Putih dan Indonesia,” tukas Ketua MPR.

Halaman
12
Penulis: Fikar W Eda
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved