Breaking News:

Mengenal Lebih Dekat Sosok Hj Rizayati, Gemar Membantu Rakyat dan Komit Mengabdi untuk Negeri

"Kita tak menutup diri terhadap kritikan dan masukan asal dilakukan dengan cara elegan dan memenuhi norma-norma yang ada,” ungkap Hj Rizayati

DOK PT IRJ GROUP
Penggagas Program 'Indonesia Terang," Hj Rizayati (kiri) menyerahkan rumah kepada warga miskin di kabupaten Bireuen, beberapa waktu lalu. 

“Kita tak menutup diri terhadap kritikan dan masukan asal dilakukan dengan cara elegan dan memenuhi norma-norma yang ada,” ungkap Hj Rizayati.      

Pembawaannya bersahaja, gemar membantu masyarakat atau lembaga sosial yang membutuhkan melalui gerakan ‘Sedekah Sosial,’ dan komit terus mengabdi untuk negeri dengan tanpa memandang suku, pekerjaan, status sosial, dan lain-lain. Begitulah gambaran sekilas tentang kepribadian Hj Rizayati SH MM, Penggagas Program ‘Indonesia Terang’ yang juga Owner PT Imza Rizky Jaya (IRJ) Group.

Dengan bekal itu pula, perempuan kelahiran Bireuen, ini kerap mendapat dukungan dari berbagai pihak mulai dari relasinya di dalam dan luar negeri hingga ke masyarakat kelas bawah agar Hj Rizayati terus berbuat yang terbaik untuk anak negeri dari Sabang sampai Merauke. Tak hanya itu, istri dari Imran Abdul Hamid, ini pada akhir Juli lalu dinobatkan sebagai Srikandi Cut Nyak Cahaya Jeumpa, dalam suatu acara pengukuhan di Kompleks Makam Raja Jeumpa, kawasan Desa Blang Seupeng, Kecamatan Jeumpa, Bireuen.

Dukungan dan pemberian gelar adat itu setidaknya menjadi barometer bagaimana sebenarnya sosok Hj Rizayati. Walau harus diakui, dalam menjalankan usaha dan pengabdiannya, Rizayati tentu menghadapi berbagai dinamika. Ada pihak yang tidak senang karena alasan pribadi mereka, tapi tidak sedikit pula yang memberi dukungan dan semangat agar Hj Rizayati tetap ‘on the track’ dengan aneka kegiatan sosialnya. 

Khusus bagi pihak yang merasa tak senang atau apapun namanya terhadap pribadi dan pekerjaan yang dilakoninya, Hj Rizayati menyatakan, sikap tersebut tak sepantasnya dilakukan. Kalaupun ada hal-hal dari dirinya yang dianggap sebagai ‘kesalahan,’ menurut Hj Rizayati, alangkah baik dan beretika pihak tersebut melakukan konfirmasi kepada dirinya terlebih dulu. “Kita tidak menutup diri terhadap kritikan dan masukan asal dilakukan dengan cara elegan dan memenuhi norma-norma yang ada,” ungkap Hj Rizayati.      

Untuk diketahui, Program ‘Indonesia Terang’ merupakan kegiatan pengadaan dan pemasangan lampu Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJU-TS) ke daerah-daerah pelosok Tanah Air yang digagas oleh Hj Rizayati dan dikelola oleh PT IRJ Group yang bermarkas di Jakarta Pusat. Program ini diapresiasi oleh sejumlah pihak sebagai salah satu mahakarya anak bangsa dari Hj Rizayati sebagai satu bentuk dedikasi, prestasi, dan pengabdian terbaik untuk negeri. Program ini pula membantu pemerintah dan masyarakat pelosok, di samping sebagai bagian dari upaya memenuhi kecukupan energi yang tidak didanai dengan keuangan negara.

“Banyak kepala daerah yang merasa terbantu dengan program ini karena kebutuhan energi listrik terpenuhi tanpa menguras keuangan pemerintah daerah setempat. Sejak diluncurkan pada 1 September 2019, Program Indonesia Terang sudah terealisasi di sejumlah daerah Indonesia,” ungkap Hj Rizayati.

Daerah itu, sebutnya, antara lain Pidie Jaya (Aceh), Bone Bolango (Gorontalo), Kabupaten Agam (Sumatera Barat), Kota Palembang dan Ogan Komering Ilir atau OKI (Sumatera Selatan), Ciamis (Jawa Barat), Kendal, Kota Semarang, dan Sragen (Jawa Tengah), Tidore (Maluku Utara), dan Ketapang (Kalimantan Barat). “Program ini terus direalisasikan sampai 2021 dan merata di sejumlah daerah kemitraan. Program ini adalah pengabdian saya untuk masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Rizayati juga menegaskan, semua program yang dilakukan pihaknya murni untuk membantu pemerintah dalam upaya memenuhi kebutuhan listrik bagi masyarakat, rumah layak huni, pesantren/balai pengajian, masjid/meunasah, sampai untuk penyandang disabilitas serta orang-orang yang memiliki keterbatasan lainnya. “Jadi, jangan kait-kaitkan kegiatan saya dengan hal-hal lain seperti politik,” harapnya. Rizayati juga meminta kepada pihak-pihak tertentu untuk tidak menciptakan iklim demokrasi yang tidak sehat di kalangan masyarakat demi kepentingan pribadi atau golongannya.

Bagi Rizayati yang juga Owner Imza Airlines ini, sedekah adalah suatu keniscayaan dalam kehidupan. Sebab, ia yakin Allah SWT akan senantiasa bersama mereka yang gemar bersedekah.

Tak ayal, ini pula yang menjadikan Hj Rizayati memiliki legetimasi sosial di kehidupannya dalam masyarakat dinamis. Aksi ‘Sedekah Sosial’ yang digagasnya tidak hanya terbatas untuk masyarakat Aceh, melainkan daerah-daerah lain di Indonesia yang membutuhkan uluran tangan dari para dermawan.

Karena itu pula, tak heran bila Hj Rizayati selama ini dikenal cukup dekat dengan masyarakat, ulama, dan pesantren khususnya di Bireuen sebagai tanah kelahirannya. Di tengah kesibukan bersama sejumlah artis ibu kota dan pejabat negara, Hj Rizayati mengungkapkan bahwa dirinya belum berfikir untuk terjun dalam dunia politik. (*)

Editor: bakri
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved