Breaking News:

Jurnalisme Warga

Sigap, Solusi Belajar di Masa Pandemi

KRUENG Simpo merupakan sebuah desa yang terletak di Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, tepatnya berada di Km 18 jalan nasional Bireuen-Takengon

Sigap, Solusi Belajar di Masa Pandemi
IST
ZULKIFLI, M.Kom., Akademisi Universitas Almuslim Peusangan dan Anggota FAMe Chapter Bireuen, melaporkan dari Matangglumpang Dua, Bireuen

OLEH ZULKIFLI, M.Kom., Akademisi Universitas Almuslim Peusangan dan Anggota FAMe Chapter Bireuen, melaporkan dari Matangglumpang Dua, Bireuen

KRUENG Simpo merupakan sebuah desa yang terletak di Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, tepatnya berada di Km 18 jalan nasional Bireuen-Takengon. Bagi masyarakat wilayah pesisir dan tengah, nama desa tersebut tak asing lagi, karena Desa Krueng Simpo terkenal dengan objek wisata pemandian sungainya.

Di sini juga terdapat satu lokasi yang sering dijadikan tempat beristirahat bagi masyarakat yang bepergian ke Gayo atau pun sebaliknya, yaitu Cot Panglima di Km 27.

Kawasan Cot Panglima sudah dijadikan lokasi wisata, karena memiliki pemandangan alam yang indah. Embusan angin silir yang dingin, jalan sedikit berliku dan mendaki, dikelilingi hutan  lebat dan tebing yang tinggi, menjadi daya tarik lokasi ini sebagai tempat persinggahan dan peristirahatan para pelintas.

Saat konflik bersenjata berkecamuk di Aceh, kawasan ini justru sangat angker dan menyeramkan, karena kabarnya mayat sering dibuang ke jurang Cot Panglima. Selain itu, kawasan ini terbilang sepi kalau malam. Tapi sekarang, kawasan tersebut sudah sangat indah dan aman–buah dari perdamaian–dan di lokasi ini juga sudah tersedia musala yang megah.

Topografi Desa Krueng Simpo yang saya kunjungi ini sedikit berbukit dan hutannya lebat. Desa ini berbatasan dengan Kabupaten Bener Meriah, berpenduduk  358 kepala keluarga (KK) atau 1.346 jiwa. Rata-rata penduduknya bermata pencaharian sebagai petani dan pekebun.

Dengan luas wilayah 7.000 ha, membuat Krueng Simpo menjadi desa terluas di Kecamatan Juli, Bireuen. Di sini terdapat enam dusun: Dusun Alue Keumiki, Keude, Kamar Mandi, Buket Subur, Mina, dan satu dusun yang berada paling jauh dari gampong induk, yakni Dusun Bivak. Untuk menuju dusun ini kita harus menelusuri sejumlah jalan kecil dan melewati rimbunnya pepohonan lebat di kiri dan kanan jalan melalui Kecamatan Jeumpa.

Pada masa pandemi Covid-19 sekarang ini, Keuchik Krueng Simpo, Safrizal (35) mencetuskan sebuah inovasi yang patut diapresiasi. Beliau menggagas Program Sikula Gampong (Sigap) yang

di-launching tanggal 21 Juli 2020 di balai pertemuan kantor keuchik setempat. Ini merupakan inovasi di bidang pendidikan yang lahir dilatarbelakangi oleh realitas tidak aktif (libur)-nya sekolah selama masa pandemi. Selama sekolah tutup, banyak anak di kampung yang berkeliaran  tidak belajar.

“Jadi, kami berinisiatif agar anak-anak usia wajib belajar tidak terbengkalai pendidikannya, jangan sampai juga mereka putus sekolah di masa pandemi, maka pemerintah gampong mencari solusi sebagai alternatif,” ujar Safrizal.

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved