Breaking News:

Penjualan BBM Subsidi Menurun

Sejumlah pengusaha SPBU di Banda Aceh dan Aceh Besar menyatakan, penjualan BBM bersubsidi jenis solar dan premium mengalami

www.serambitv.com
Sejumlah kendaraan terlihat masih mengantri pada sejumlah SPBU di Banda Aceh untuk memasang stiker bahan bakar minyak, Selasa (25/8/2020). 

* Dampak Penempelen Stiker di Kendaraan

BANDA ACEH - Sejumlah pengusaha SPBU di Banda Aceh dan Aceh Besar menyatakan, penjualan BBM bersubsidi jenis solar dan premium mengalami penurunan. Penurunan itu sebagai dampak dari penempelan stiker terhadap kendaraan yang mengonsumsi BBM bersubdisi.

Sebelum ada penempelen stiker, penjualan premium mencapai 8-12 kilo liter (KL) per hari. Namun sejak ada sosilisasi penempelan stiker BBM bersubsidi, konsumai premium hanya berkisar 3-4 KL sehari. “Hal itu juga terjadi pada solar. Penjulannya per hari menjadi 6 KL, dari sebelumnya 8-10 KL,” jelas Rahmad, Penanggung Jawab SPBU Gampong Mibo kepada Sales Area Manajer Pertamina Aceh, Ferry Pasalini, Selasa (25/8/2020), saat melakukan monitoring hari terakhir pemasangan striker BBM bersubsidi.

Rahmad mengatakan, pemasangan stiker BBM subsidi di SPBU Mibo ini, baru dilakukan pada tanggal 19 Agustus 2020. Hasil evaluasi yang kami lakukan dalam satu minggu tersebut, menunjukkan penjualan premium menurun berkisar 50-60 persen, tapi solar berkisar 20 persen.

Sejak pemasangan striker BBM subsidi dan BBM penugasan pada tanggal 19-24 Agustus 2020 kemarin,  jumlah striker BBM penugasan (premium) yang terpasang mencapai 665 lembar dan BBM subsidi (solar) mencapai 565 lembar. “Banyak mobil pribadi yang tak mau dipasang striker sehingga menggeser kendaraannya ke pompa partalite atau dexlite,” jelasnya.

Jika konsumsi BBM subsidi menurun, pemasangan stiker itu justru meningkatkan konsumsi BBM non-subsidi. “Dexlite biasanya laku 300 liter/hari, kini naik menjadi 600-800 liter/hari. Begitu juga dengan pertalite, biasanya hanya 6-7 KL,   kini menjadi 8-10 KL/hari.

Hal senada juga dilontarkan Faisal Budiman, pemilik SPBU Luengbata. Dikatakan, penurunan penjualan premium dan solar dampak pemasangan stiker berkisar 10-20 persen. Masyarakat yang tak mau mobilnya ditempel striker, mengalihkan ke BBM nonsubsidi dan nonpenugasan, seperti pertalite, pertamax, dexlite dan jenis lainnya.

Pengawas SPBU Anek Galong, Aceh Besar, Isrizal mengatakan, sejak ada pelaksanaan sosialisasi pemasangan striker BBM subsidi kendaraan ribadi yang mengisi solar di SPBU Aneuk Galong sudah sedikit, dibanding sebelum ada program itu.

Sementara Sales Area Menejer Pertamina Banda Aceh, Ferry Pasalini, dan Ketua Hiswanamigas Aceh, Faisal Budiman Bersama Kadis ESDM Aceh, Mahdinur yang melakukan pemantauan pelaksanaan sosisalisasi hari terakhir di sejumlah SPBU di Banda Aceh dan Aceh Besar mengatakan, pihaknya sudah merasa puas dengan pelaksanaan soisalisasi program stikering penggunaan BBM subsidi dan BBM penugasan di 126 SPBU yang ada di Aceh secara serentak, semuanya berjalan cukup bagus.

Kendala di lapangan, kata Ferry Pasalini, sudah pasti ada, bahkan petugas SPBU ada yang melaporkan, ada pemilik mobil pribadi yang membandel tidak mau di pasang striker BBM subsidi solar dan BBM penugasan premium, tapi ia tetap mobil pribadinya minta diisi BBM jenis solar atau BBM jenis premium.

Tapi, setelah petugas kepolisian yang ada di SPBU memberikan penjelasan kepada pemilik mobil pribadi, mereka mau mengerti dan menggeser mobil pribadinya ke pompa BBM non subsidi dan BBM non penugasan.

Dalam soislisasi penempelan striker BBM jenis solar dan BBM jenis premium yang sudah berjalan enam hari, telah memberikan hasil positif, dimana perjualan BBM subsidi dan penugasan, disejumlah SPBU menunjukkan kencenderungan menurun, meski antara SPBU yang satu dengan lainnya, besaran penurunannya bervariasi, antara 20-60 persen.(her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved