Video
VIDEO - Merasakan Keseruan Berburu Burung Punai di Hutan Aceh Singkil
Berburu burung punai ini butuh waktu minimal sekitar 1 jam, efektif antarapukul 17.30 WIB sampai pukul 18.30 WIB.
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Hari Mahardhika
Laporan Dede Rosadi | Aceh Singkil
SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Sore itu langit Singkil, ibu kota Kabupaten Aceh Singkil, meredup pertanda waktu terbaik berburu burung punai.
Bersama dengan Vetor dan Zazang penduduk Desa Teluk Ambun, Kecamatan Singkil, kami pun berburu punai.
Seorang bocah bernama Muhammad Banjir, yang telah terbiasa berburu punai juga ikut serta.
Perjalanan dimulai dengan naik sepeda motor menuju hutan muda di pinggir permukiman penduduk.
Untuk sampai di lokasi, dibutuhkan waktu selama 25 menit berjalan kaki dengan melewati semak belukar.
Cara menangkap burung punai cukup mengandalkan jaring ikan yang sudah dimodifikasi. Jaring itu dibentangkan dan diikat ke tiang bambu menggunakan tali pancing.
Selanjutnya Vetor dan Zazang menghidupkan rekaman suara burung punai melalui telpon android yang diletakan di bawah jaring dan duduk santai sambil memegang tali pancing agar segera dilepas sehingga jaring jatuh ketika burung terperangkap.
Berburu burung punai ini butuh waktu minimal sekitar 1 jam, efektif antarapukul 17.30 WIB sampai pukul 18.30 WIB.
Punai yang ditangkap ini merupakan jenis yang besar dengan bulu berwarna hijau, kaki merah dan ujung paruhnya putih.
Berburu punai sebaiknya di waktu awal pagi dan sore. Pilihan waktu itu bukan tanpa alasan, karena jaring sebagai perangkap tak terlihat oleh burung.
Selain untuk dikonsumsi pribadi, burung punai juga dijual ke restoran ternama di Aceh Singkil, dan menjadi menu favorit.
Biasanya burung punai diolah dengan cara digoreng dan ditemani sambal, namun ada juga yang mengolahnya menjadi gulai punai.
Hari pun mulai gelap, pertanda harus mengakhiri keseruan perburuan burung punai.