Breaking News:

Pemulihan Ekonomi

OJK Aceh: Lembaga Keuangan Penerima Program Subsidi Bunga Harus Beri Keringanan kepada Debitur

Diharapkan debitur memiliki keringanan dalam membayar cicilan pinjamannya yang akan membantu usaha debitur tetap berjalan di tengah pandemi Covid-19.

(KOMPAS.com/BAMBANG P. JATMIKO)
Logo Otoritas Jasa Keuangan ( OJK) 

Laporan Mawaddatul Husna | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Aceh terus mengoptimalkan berbagai kebijakan yang sudah dikeluarkan Pemerintah untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional melalui penguatan peran sektor jasa keuangan.

Salah satunya, melalui kegiatan sosialisasi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) khususnya mengenai program subsidi bunga/margin pinjaman kepada lembaga jasa keuangan dan pihak terkait lainnya yang bekerjasama dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Aceh yang dilaksanakan melalui media virtual meeting, Kamis (27/8/2020).

Dalam kegiatan tersebut, selain sosialisasi Program PEN, diberikan juga Bimbingan Teknis Penggunaan Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) milik Kementerian Keuangan yang nantinya akan digunakan bank pelapor untuk mengajukan usulan debitur yang layak menerima subsidi bunga/margin kepada Pemerintah.

Kepala OJK Aceh, Aulia Fadly, Kamis (27/8/2020) dalam kesempatan tersebut meminta kepada seluruh lembaga jasa keuangan yang memenuhi kriteria sebagai pelapor SIKP agar memaksimalkan realisasi subsidi bunga/margin kepada debitur.

Sehingga diharapkan debitur memiliki keringanan dalam membayar cicilan pinjamannya yang secara tidak langsung akan membantu usaha debitur tetap berjalan lancar sebagaimana mestinya.

Aulia Fadly mengatakan, OJK di masa pandemi Covid-19 sudah mengeluarkan berbagai kebijakan stimulus yang sejalan dengan upaya Pemerintah untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional. 

"Kebijakan stimulus tersebut selain untuk menjaga stabilitas sektor jasa keuangan juga berfungsi untuk menempatkan industri jasa keuangan menjadi katalis dalam menggerakkan roda perekonomian dengan memberikan daya dukung bagi sektor riil," sebutnya.

Ia menyebutkan kebijakan stimulus yang sudah dikeluarkan OJK antara lain restrukturisasi kredit perbankan dan pembiayaan dari perusahaan pembiayaan.

Sejak diluncurkan 16 Maret 2020 dalam skala nasional, program restrukturisasi kredit perbankan hingga 20 Juli sudah mencapai nilai Rp 784,36 triliun dari 6,73 juta debitur.

Halaman
12
Penulis: Mawaddatul Husna
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved