Berita Aceh Timur

Perajin Anyaman Rotan di Aceh Timur Terkendala Modal Usaha di Tengah Tingginya Permintaan

Marhaban (50), perajin anyaman rotan di Aceh Timur mengharapkan bantuan modal usaha dari pemerintah.

Penulis: Seni Hendri | Editor: Taufik Hidayat
Serambinews.com
Perajin anyaman rotan di Lorong Sikabut, Dusun Lapangan Heli, Desa Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, butuh bantuan modal usaha. Foto direkam, Jumat (28/8/2020). 

Laporan Seni Hendri | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Marhaban (50) perajin anyaman rotan di Aceh Timur mengharapkan bantuan modal usaha dari pemerintah.

Pasalnya, permintaan pembeli atas kerajinan tangannya itu ini sangat banyak, sehingga ia tak mampu memenuhi permintaan pembeli dari berbagai daerah di Aceh.

"Saya kurang modal untuk membeli bahan baku rotan dari masyarakat," ungkap Marhaban, perajin anyaman rotan di Lorong Sikabut, Dusun Lapangan Heli, Desa Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, Jumat (28/8/2020).

Marhaban mengaku usaha anyaman rotan itu ditekuninya sejak 2016. Dan tahun 2017, sudah pernah dapat bantuan modal usaha Rp 20 juta dari Dinsos Aceh Timur.

"Sekarang permintaan pembeli sangat tinggi dari berbagai daerah di Aceh, tapi saya kekurangan modal untuk beli bahan baku rotan dari petani, karena itu saya mohon perhatian pemerintah," ungkap Marhaban.

Disebutkan Marhaban, keranjang rotan tersebut selama ini dijual ke Idi, Peureulak, Sungai Raya, Aceh Utara, Aceh Tengah, Kuala Simpang, Banda Aceh dan sejumlah daerah lainnya.

Ada beberapa jenis keranjang rotan yang dihasilkan yaitu keranjang ikan, keranjang kambing, keranjang kakao, dan keranjang TBS sawit yang dijual dengan kisaran harga Rp 250-300 per pasang.

Dalam satu pasang keranjang, jelas Marhaban, membutuhkan bahan baku rotan sebanyak 16 kg. Sedangkan bahan baku rotan dibeli dari masyarakat Rp 5 ribu per kg.

Saat ini, Marhaban mempekerjakan empat karyawan, yakni Fahmi, Fazri, Iswadi, Fauzan. Dalam sehari-hari masing-masing karyawan bisa menyelesaikan dua pasang rotan yang diupah Rp 100 ribu per pasang keranjang.

Ke depan Marhaban, ingin mengembangkan usahanya dengan menghasilkan berbagai jenis kerajinan tangan dari bahan baku rotan seperti kursi rotan, parsel rotan, tutup saji, dan aneka kerajinan lainnya berbahan baku rotan.

"Saya ingin kembangkan usaha anyaman rotan ini sehingga bisa dipasarkan lebih luas lagi," ungkap Marhaban.(*)

VIDEO Semburan Lumpur di Blora, 4 Orang Pingsan dan 19 Ekor Kerbau Terkubur Didalam Lumpur

Ingat, Lintas Blangkejeren - Kutacane Masih Buka Tutup, Ini Jadwalnya dan Jalur Alternatif

Muhammad Faisal, Atlet Berprestasi yang Ahli Meracik Kopi

FOTO - Badai Laura Porak-Porandakan Lousiana Amerika Serikat, Lebih Dahsyat Dibanding Badai Katrina

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved