Breaking News:

ISEI Aceh Gelar Seminar Virtual

Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Aceh bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) Bank Aceh, dan Serambi Indonesia akan menggelar Webinar

flyer Serambi Indonesia

* Bahas Ekonomi Aceh Selama Covid-19

BANDA ACEH - Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Aceh bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) Bank Aceh, dan Serambi Indonesia akan menggelar Webinar atau seminar virtual dengan tema "Bagaimana Ekonomi Aceh Selama Covid-19". Webinar akan digelar Rabu (2/9/2020), pukul 10.00 hingga 12.00 WIB.

Webinar ini akan disiarkan langsung oleh Serambi FM, sosmed Serambi Group dan berita cetak di Harian Serambi Indonesia. Adapun narasumber yang akan berbicara pada webinar ini adalah, Ketua Umum ISEI Aceh yang juga Ketua Umum Kadin Aceh, H Makmur Budiman. Selanjutnya, Tim Riset ISEI Aceh, H Rustam Effendi, Dirut Bank Aceh Syariah, H Haizir Sulaiman, dan Kepala BI Provinsi Aceh, Zainal Arifin Lubis.

Webinar ini nantinya akan dipandu langsung oleh Pemimpin Perusahaan Serambi Indonesia, Mohd Din. Seminar ini akan diikuti oleh anggota ISEI dan pihak-pihak terkait lainnya, seperti birokrat, akademisi, pengusaha, dan masyarakat umum.

Peserta bisa mengakses channel yang disediakan atau mengikuti secara langsung di Serambi FM dan sosmed Serambi Group. Panitia juga menyediakan doorprize menarik bagi para peserta yang beruntung dan interaktif dalam seminar virtual ini.

Ketua Umum ISEI Aceh, Makmur Budiman mengatakan, dalam seminar tersebut nantinya juga disampaikan hasil riset ISEI Aceh terkait dampak Covid-19 terhadap ekonomi Provinsi Aceh. Disebutkan, seminar secara virtual ini digelar karena ISEI ingin tahu dampak Covid-19 terhadap ekonomi Aceh dan berdasarkan kajian tersebut dirumuskan sejumlah kebijakan.

Dia tak menampik bahwa selama enam bulan terakhir pertumbuhan ekonomi Aceh melamban, dampak dari Covid-19. Bukan hanya Aceh, kondisi ini juga sama dengan pertumbuhan ekonomi nasional bahkan sebagian besar dunia. "Nah dari kajian dalam seminar ini nantinya akan diketahui sektor mana saja yang harus penanganan cepat dan yang paling besar dampak negatifnya," kata Makmur.

Makmur menambahkan, seminar ini juga bertujuan merumuskan beberapa pemikiran untuk mendorong recovery ekonomi Aceh sesegera mungkin. "Kita juga sedang berpikir bagaimana UMKM-UMKM di Aceh dalam kondisi pandemi bisa bertahan. Salah satunya mungkin adanya kebijakan pemerintah pusat, pemerintah tingkat satu dan dua, bagaimana semuanya berpikir untuk memberikan stimulus kepada UMKM," katanya.

Di samping itu, lanjut Makmur, pemerintah tingkat dua juga perlu berpikir keras adanya pertumbuhan pasar-pasar baru termasuk menyediakan pasar baru di Aceh. "Sebagai contoh, kalau seandainya di daerah tingkat dua ada tanah kosong, itu bisa dibuat pasar kaget yang nantinya masyarakat dan UMKM yang tidak mampu menyewa dengan mahal, mereka bisa menyewa harian," kata Makmur.

Pemerintah dan semua pihak terkait kata Makmur, harus segera berpikir bagaimana kondisi yang paling efektif dalam kondisi Covid-19 ini. "Mungkin kita juga bisa bergerak dan menguatkan sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan. Jadi segera memang, yang belum berpikir ke sana bisa melakukan diversifikasi salah satunya pemerintah bisa menyediakan subsidi, misalnya masyarakat bisa mereka garap sawah tapi coba kita bantu traktor, pemerintah membantu traktor, visa membantu pupuk, supaya mereka lebih kreatif," ujar Makmur.

Yang selama ini tidak berpikir ke sektor pertanian, agar lebih fokus. "Karena di tengah kondisi Covid-19 ini yang paling utama adalah ketahanan pangan," katanya.

Selama kondisi pandemi ini, lanjut Makmur, ISEI juga sedang survei beberapa hal terkait dampak terhadap ekonomi yang diakibatkan pandemi. "Ada beberapa hal, artinya kita coba kaji yang paling efektik untuk menggerakkan ekonomi di tengah pandemi ini apa. Dan kita akan sarankan nanti kepada pemerintah. Oleh karena itu, kami mengajak semua untuk mengikuti seminar virtual ini, kita diskusi dan mencari solusi," pungkas Makmur Budiman.(dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved