Breaking News:

Pemerintah Aceh Libatkan Perbankan

Anjloknya harga kopi di Bener Meriah, Aceh Tengah, dan daerah produksi lainnya berdampak pada perekonomian warga

For Serambinews.com
Ahmad Dadek 

* Tangani Anjloknya Harga Kopi

BANDA ACEH - Anjloknya harga kopi di Bener Meriah, Aceh Tengah, dan daerah produksi lainnya berdampak pada perekonomian warga. Berbagai usulan terangkat ke permukaan, seperti perlunya pemerintah menyediakan dana Rp 500 miliar untuk membeli kopi petani dengan harga normal.

Seperti yang disampaikan Burhanuddin, seorang eksportir kopi Gayo. Dimana dia meminta pemerintah bisa membeli kopi petani yang menumpuk di gudang-gudang. Apalagi dia memperkirakan pertengahan September mendatang di daerah sentra akan panen raya.

Namun harapan Burhanuddin agar pemerintah menyediakan anggaran Rp 500 miliar dijawab Asisten II Setda Aceh, HT Ahmad Dadek dengan kata tak mungkin. Karena dalam suasana pandemi Covid-19 ini stok dana pemerintah sangat terbatas. “Menyediakan dana khusus senilai Rp 500 miliar, untuk menampung hasil kopi petani di Gayo, karena memang stok dana yang dimiliki pemerintah pusat maupun provinsi saat ini sangat terbatas,” tuturnya., Jumat (28/8/2020)

Bahan, kata Dadek, kiriman dana transfer pemerintah pusat ke Aceh, seperti dana otsus, banyak yang dipangkas, dampak dari menurunnya penerimaan keuangan negara selama masa pandemi Covid-19.

Namun begitu, tambahnya, Pemerintah Aceh akan memfasilitasi pemerintah kabupaten untuk menjalin hubungan ke perbankan, guna memberikan bantuan dana pembelian kopi petani dan pelaksanaan resi gudang. “Pemerintah Aceh akan melakukan itu agar kopi petani bisa dibeli dengan harga lebih baik,” tandasnya.

Dikatakan, untuk sementara ini Pemerintah Aceh mendukung saran dari Presiden Joko Widodo, untuk penanganan biji kopi gelondongan petani di dataran tinggi Gayo yang terdampak akibat pandemi Covid-19 dan belum terbuka luasnya ekspor kopi ke luar negeri, dilakukan melalui sistem resi gudang.

Dikatakan Dadek, usulan sistem resi gudang yang disampaikan Presiden Jokowi itu setelah mendapat laporan dari Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, saat kunjungan Presiden ke Aceh untuk meresmikan jalan tol Seksi IV Blangbintang-Indrapuri, Selasa (25/8/2020) lalu..

Dadek menyebutkan, saat itu Plt Gubernur melaporkan bahwa pandemi Covid-19 berdampak pada anjloknya harga biji kopi gelondongan ke tiik terendah, Rp 5.000-Rp 10.000/bambu. Padahal sebelum pandemi harganya cukup bagus, Rp 20.000-Rp 30.000/bambu. Sedangkan harga biji kopi kering kini Rp 35.000-Rp 40.000/kg, dari sebelumnya di atas  Rp 50.000/kg.

Nova juga menjelaskan kepada Presiden bahwa penduduk dataran tinggi Gayo sangat bergantung kepada hasil penjualan biji kopi. “Kini ekenomi masyarakat di sana kian sulit, terlebih dengan anjloknya harga kopi yang merupakan komoditas unggulan,” terang Nova.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved