Breaking News:

Berita Luar Negeri

Terlibat Proyek di Laut China Selatan, Filipina Bakal Hentikan Kerjasama dengan Perusahaan China

Menlu Filipina Teodoro Locsin mengatakan dia akan mengusulkan untuk akhiri perjanjian kerjasama dengan perusahaan China.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Muhammad Hadi
AFP/Dibyangshu SARKAR
Para demonstran membakar patung Presiden China Xi Jin Ping dan bendera China 

Dia kemudian menyebut sanksi yang dijatuhkan AS suatu yang tidak bisa dibenarkan, dan meminta Washington untuk berhenti mencampuri urusan Beijing.

China Communications Construction Company, masuk dalam daftar hitam perusahaan milik China termasuk anak perusahaannya di AS.

Perusahaan bidang transportasi dan infrastruktur itu, mendapatkan kontrak pembangunan bandara bersama perusahaan Filipina di Cavite, dekat Manila.

CNN Philippines berusaha untuk mendapatkan pernyataan dari para pemrakarsa proyek.

China Jual Kapal Perang Paling Canggihnya ke Pakistan, Tiga Lagi Menyusul Pada 2021

Sementara itu, Gubernur Cavite, Jonvic Remulla mengatakan dia akan menunggu keputusan resmi pemerintah pusat.

“Kami tunggu arahan Presiden. Ini persoalan yang sangat kompleks dengan implikasi geopolitik. Saya tidak bisa membebani ini sendirian,” ujarnya melalui pesan singkat.

Kantor Presiden Filipina mengatakan bahwa, pertimbangan utama Presiden Rodrigo Duterte adalah apa yang terbaik untuk program bangun negara itu.

Filipina juga meminta AS dan China untuk tenang, tanpa mengomentari sanksi yang diusulkan Menlunya.

Pesantren Ruhul Azham Blangkejeren yang Roboh Itu Ternyata Dipimpin Bhabinkamtibmas, Sempat Viral

"Filipina menganggap Amerika Serikat dan China sebagai teman khusus dan mitra dagang.

Kami berharap kedua mitra Filipina dapat menarik pemahaman dan menyelesaikan setiap dan semua masalah di antara mereka secara damai dan damai," kata Jubir Kepresidenan, Harry Roque.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved