Breaking News:

Muslem Pimpin PSSI Aceh Besar    

Muslem MS terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Aceh Besar periode 2020-2024

FOTO PANITIA MUSKAB
Calon Ketua Askab PSSI Aceh Besar, Muslem MS menyerahkan berkas pendaftaran kepada panitia Muskab di Kantor KONI, Rabu (26/8/2020) petang. 

BANDA ACEH - Muslem MS terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Aceh Besar periode 2020-2024. Kepastian itu diperoleh setelah dia menjadi calon tunggal dalam Kongres II Askab PSSI setempat, di Aula KONI Aceh Besar, Sabtu (29/8/2020).

Kongres tersebut diikuti oleh 68 voters. Sementara ketika mendaftar, Keuchik Muslem-sapaan akrab Muslem MS--mendapat dukungan 48 klub. Bahkan, menjelang pelaksanaan Kongres, ketua terpilih memperoleh 55 surat dukungan.

Di tengah pandemi Covid-19, perwakilan klub ketika mengikuti Kongres tetap dengan protokol kesehatan. Sebelum memasuki arena Kongres, semua peserta diharuskan mencuci tangan di depan pintu KONI Aceh Besar yang sudah disediakan oleh panitia. Kemudian, peserta tetap diwajibkan memakai masker.

Kongres untuk memilih ketua definitif, wakil ketua, dan lima anggota Exco dibuka Ketua Umum PSSI Aceh, Nazir Adam SE MM. Untuk jabat Wakil Ketua Umum Sunandar, sementara exco terdiri dari Heri Irawan Spd, Fachrurazzi ST, Risfan Naidi, T Munazar Fazli, serta Munzir Ahmad.

Pada kesempatan itu, Nazir Adam menyebutkan, guna mencapai sebuah prestasi sepakbola maka dibutuhkan tiga elemen penting. Adalah guliran kompetisi, pelatih berlisensi, dan memiliki wasit berkualitas. Terlebih, saat ini, Aceh Besar mempunyai tugas berat untuk memenuhi pelatih dan wasit.

"Kepada ketua terpilih agar memberikan prioritas kepada kursus pelatih berlisensi, dan wasit. Mudah-mudahan, dalam tahun ini, kursus tersebut dapat terlaksana. Di tahap awal, cukup untuk satu kelas yakni 30 orang," tegas mantan Wakil Bupati Pidie itu.

Ketua Umum PSSI Aceh Besar Terpilih, Muslem MS di depan voters secara terbuka berjanji, setelah Kongres dirinya akan berusaha untuk menyediakan kesektariatan. Sebab, pengurus dan pelaku sepakbola harus memiliki kantor sebagai tempat menggelar rapat rutin, dan diskusi.

Kemudian, lanjut Keuchik Muslim, dirinya bersama pengurus memiliki program untuk menggulirkan kompetisi U-23, U-19, dan antar SSB. Menurutnya, perhatian khusus harus diberikan kepada pembinaan dan pengembangan sepakbola untuk berbagai usia termasuk usia dini sebagaimana SSB.

Pada kesempatan itu, Keuchik Muslim kembali menegaskan komitmennya untuk menggelar kursus pelatih berlisensi, dan wasit. Karena, selama ini, keberadaan pelatih dan wasit di Aceh Besar sangat minim. "Kursus wasit dan pelatih menjadi priortitas utama dalam kepengurusan kali ini. Kita benar-benar ingin berprestasi, sehingga segala kebutuhan perlu dilengkapi," sebutnya.

Di sisi lain, Keuchik Muslim mengucapkan terima kasih banyak kepada ketua umum atau perwakilan klub di Aceh Besar, yang sudah memberikan amanah dan kepercayaan kepada dirinya. Untuk itu, dia meminta supaya ada kerjasama demi prestasi sepakbola Aceh Besar.

Ketua Umum KONI Aceh Besar, Muhibuddin Ibrahim secara tegas menyatakan, pihaknya siap mendukung pelaksanaan kursus wasit dan pelatih berlisensi. Sebab, hal itu sangat mendesak mengingat jumlah wasit dan pelatih terhitung sangat minim.

"Kita siap memberi dukungan dana untuk digelarnya kursus wasit dan pelatih berlisensi. Ketua terpilih bersama pengurus harus fokus untuk itu. Kita yakin kalau kepengurusan PSSI ke depan mampu untuk mewujudkannya," tegas Ucok Sibreh-sapaan akrab Muhibuddin Ibrahim-.

Pada kesempatan itu, Ketua KONI memberikan target kepada pengurus PSSI ke depan, agar dalam Pekan Olahraga Aceh (PORA) 2022 di Kabupaten Pidie, Aceh Besar minimal harus mampu mendulang medali perunggu. "Karena ini tempat orang, minimal kita harus bisa dapat perunggu," pungkasnya.(ran)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved