Breaking News:

Pemberian Asimilasi di Lapas Lhoksukon, Pembebasan Tiga Napi Diwarnai Isak Tangis  

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lhoksukon, Aceh Utara, Sabtu (29/8/2020) kembali mengeluarkan 27 narapidana (napi)

Editor: bakri
Dok Lapas Kelas IIB Lhoksukon
Kepala Lapas Kelas IIB Lhoksukon Aceh Utara Yusnaidi SH menyerahkan SK asimilasi kepada napi secara simbolis, Sabtu (29/8/2020). Foto Dok Lapas Kelas IIB Lhoksukon 

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lhoksukon, Aceh Utara, Sabtu (29/8/2020) kembali mengeluarkan 27 narapidana (napi) yang mendapatkan asimilasi dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) RI untuk menghirup udara bebas.

Tiga dari 27 yang mendapat asimilasi itu adalah wanita dalam rangka pencegahan coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Mereka adalah Nurhayati dan Sawiyah, keduanya terlibat dalam kasus narkoba divonis empat tahun penjara dan denda masing-masing Rp 800 juta. Lalu, Nursakdiah napi terlibat dalam kasus pemalsuan surat divonis setahun tiga bulan penjara.

Sedangkan 24 napi lainnya mayoritas terlibat dalam kasus narkoba, pencurian, dan kasus lainnya. Dari 154 napi yang sudah mendapatkan asimilasi selama delapan kali dari mulai 1 April 2020, untuk kali ini perdana napi wanita mendapatkan asimilasi, karena sudah memenuhi syarat. Sehingga, dari 16 warga binaan wanita di Lapas Kelas IIB Lhoksukon, kini tersisa 13 wanita.

Karena itu, saat prosesi pelepasan 27 napi tersebut diwarnai isak tangis dari 13 napi warga binaan wanita terhadap tiga napi tersebut, sehingga suasana pelepasan napi kali ini berbeda dengan sebelumnya. “Benar, kali ini ada tiga napi wanita yang mendapatkan asimilasi, dan ini mereka adalah napi wanita pertama yang mendapatkannya,” ujar Kepala Lapas Kelas IIB Lhoksukon, Yusnaidi SH kepada Serambi, petang kemarin.

Disebutkan, pelepasan tiga napi tersebut pun berbeda dengan napi laki-laki. 13 napi warga yang menjalani hukuman dan proses hukum melepaskan tiga wanita tersebut dengan isak tangis. Sebab, mereka kemungkinan selama ini sudah sama-sama menjalani hukuman sehingga sudah sangat akrab dan merasa kehilangan ketika ada temannya yang dapat pulang.

“Kami berpesan kepada semua napi yang mendapatkan asimilasi itu untuk benar-benar memanfaatkan, dapat berkumpul kembali bersama anak, suami dan keluarga yang lain,” tutup Yusnaidi.(jaf)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved