Breaking News:

Aminullah Pimpin Apel Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Prokes Covid-19

Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, memimpin apel bersama dalam rangka Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol

FOTO HUMAS PEMKO
Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman menggelar press conference bersama Forkopimda usai memimpin Apel Bersama dalam rangka Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19 di halaman Balai Kota Banda Aceh, Rabu (2/9/2020). 

BANDA ACEH - Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, memimpin apel bersama dalam rangka Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kes­ehatan (Prokes) sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19 di halaman Balai Kota Banda Aceh, Rabu (2/9/2020).

Wali Kota Aminullah, men­gungkapkan jumlah kasus positif Covid-19 di Banda Aceh semakin hari terus meningkat tajam. “Total sudah tercatat 473 kasus Covid-19 di Banda Aceh. Rinciannya 287 di antaranya masih dirawat, 166 tel­ah sehat, dan 20 lainnya mening­gal dunia. Status Banda Aceh pun kini berubah, dari zona kuning jadi zona merah.”

Mengingat hal itu, sebagai ikhtiar untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, maka dikeluarkanlah Peraturan Wali Kota (Perwal) Banda Aceh, Nomor 51 perubahan 45 Tahun 2020 Tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pence­gahan dan Pengendalian Corona­virus Disease 2019 (Covid-19) di Kota Banda Aceh.

Perwal itu mengharuskan setiap orang wajib melakukan ke­giatan 4M, yaitu memakai mask­er, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumu­nan. “Selain itu, semua orang wa­jib memakai masker saat keluar rumah atau berinteraksi dengan orang lain yang tidak diketahui status kesehatannya,” katanya.

Lalu bagi pelaku usaha, pengelola, penyelenggara, pen­anggung jawab tempat dan fasilitas umum, maka harus melaksanakan kegiatan 4M bagi dirinya dan karyawan. “Terma­suj tidak melayani pelanggan yang mengabaikan 4M. Jam oper­asional usaha juga dibatasi sam­pai 23.00 WIB.”

Sanksi bagi Para Pelanggar

Bagi perorangan yang me­langgar Perwal 51 akan dikenai sanksi berupa kerja sosial, yaitu membersihkan fasilitas umum dan tempat ibadah paling lama dua jam. “Atau bisa juga dikenai denda sebesar Rp 100.000,” kata Aminul­lah pada apel yang diikuti oleh se­genap unsur Forkopimda itu.

Sementara sanksi adat, dilak­sanakan oleh pemerintah gampong dalam hal pelanggaran 4M di tempat ibadah dan fasilitas umum. “Sanksinya berupa mengaji atau menghafal surat pendek, meng­umandangkan azan di tempat ibadah selama satu minggu bagi pelanggar laki-laki dan mengiku­ti pengajian di gampong selama 4 hari berturut-turut. Bagi non muslim menyesuaikan.”

“Bagi pelaku usaha, penge­lola, penyelenggara, penanggung jawab tempat dan fasilitas umum akan dikenai denda administrasi sebesar Rp 250.000 untuk usa­ha kecil dan Rp 500.000 untuk usaha menengah dan besar. Sanksi lebih berat bisa dihenti­kan sementara operasional us­ahanya hingga pencabutan izin usaha,” kata wali kota.

Menurutnya, pemberlakuan perwal itu semata-mata demi menyelamatkan keluarga, saudara, dan orang-orang tercinta dari ba­haya Covid-19. “Sekaligus memas­tikan bahwa Pemko Banda Aceh hadir dan berjuang bersama-sa­ma dengan seluruh warga dalam menghadapi Covid-19.” (hba/*)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved