Breaking News:

Mihrab

Sikap Disiplin Mencegah Covid (Ingat Covid Ingat Masker!)

Musibah adalah ujian dari Allah SWT bagi umat manusia. Ujian tersebut dapat dilihat dari berbagai sisi dan jenisnya dan pada umumnya lebih disebabkan

FOTO HUMAS PEMERINTAH ACEH
Karo Humpro Setda Aceh, Muhammad Iswanto, menyerahkan secara simbolis masker dan poster serta spanduk dalam rangka Gebrak Masker se Aceh, yang diterima Plt Sekda Aceh Besar, Abdullah Ssos di halaman Gedung Dekranasda Aceh Besar, Kamis (3/9/2020). 

* Disediakan oleh Tim Penyusun Naskah Khutbah Jumat Pemerintah Aceh

HADIRIN SIDANG JAMAAH JUMAT YANG DIMULIAKAN ALLAH!
Musibah adalah ujian dari Allah SWT bagi umat manusia. Ujian tersebut dapat dilihat dari berbagai sisi dan jenisnya dan pada umumnya lebih disebabkan karena ulah kita sendiri dan ada pula yang merupakan ujian dari Allah.

Allah berfirman dalam Surat Ar-Rum ayat 41 yang artinya, "Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan ulah tangan manusia, supaya Allah membuat mereka merasakan sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka sendiri, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)." Apapun jenis musibah itu, tidak ada satu makhluk pun di dunia ini yang
dapat lari dari qadha dan qadarNya. Jika Allah sudah menghendaki maka pasti hal itu akan terjadi.

Manusia ditakdirkan untuk hidup dan juga mati,manusia ditakdirkan untuk sehat dan juga sakit. Nabi-nabi yang sangat disayangi Allah SWT sekalipun dahulu diuji dengan berbagai ujian berat, apalagi kita hanya manusia biasa. Tidak ada di antara kita yang dapat menghindar dari ketentuan Allah ketika penyakit itu datang dan hadir di tengah-tengah kita.

Allah berfirman dalam Surat At Taubah Ayat 51 yang artinya, Katakanlah: "Sekalikali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal".
Virus Covid tidak hanya membuat orang takut, tapi juga telah berdampak pada aspek sosial dan ekonomi secara global, tak terkecuali di Aceh.

Menurut data pada akhir Agustus 2020, terdapat 1.398 orang dinyatakan positif terjangkit
Covid dan 41 orang dinyatakan meninggal dunia. Berdasarkan fakta tersebut,  patut kita camkan bahwa tingkat penyebaran virus ini sekarang sangatlah tinggi. Fakta ini bukanlah hal yang dapat kita biarkan begitu saja tanpa ada ikhtiar untuk mengatasinya. Lantas, apa yang dapat kita lakukan untuk menghentikan laju penyebaran wabah Covid ini?

Hadirin sidang jamaah Jumat yang dimuliakan Allah! Secara ringkas, ada dua hal yang ingin khatib sampaikan dalam khutbah kali ini. Pertama, kita harus memperkuat ikhtiar, terutama dalam mengikuti protokol kesehatan yang telah diatur oleh Pemerintah. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik tentang perlunyaikhtiar, Rasulullah pernah ditanya oleh seorang lelaki, apakah dia perlu mengikat untanya sebelum bertawakkal, Rasulullah menjawab, ikatlah dia kemudian baru bertawakkal.

Satu usaha nyata yang dapat kita lakukan secara mudah adalah memakai masker dengan sempurna yang menutupi hidung, mulut dan dagu, terutama ketika kita berada di tempat
umum atau sedang berada dalam jarak yang berdekatan dengan orang lain. Memakai masker telah terbukti sebagai salah satu cara untuk mencegah penyebaran virus covid dengan mempersempit jalan masuk virus (ta'un) ini ke dalam tubuh manusia. Untuk itu, Ingat Covid Ingat Masker.

Hadirin sidang jamaah Jum'at yang dimuliakan Allah!
Untuk mewujudkan hal itu tentu diperlukan tingkat kedisiplinan yang tinggi dari setiap 
orang untuk tidak saling mendhalimi. Hal ini sejalan dengan apa yang dirumuskan dalam sebuah kaidah fikih "la dharara wa la dhiraara) yang berarti tidak boleh melakukan sesuatu yang berbahaya dan menimbulkan bahaya bagi orang lain.

Allah berfirman dalam Surat Al-Baqarah Ayat195 yang artinya, "…Dan  janganlah kamu jatuhkan (diri sendiri) ke dalam kebinasaan dengan tangan sendiri, dan berbuat baiklah. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik." Dalam sebuah hadits
dari Abi Hurairah yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Rasulullah bersabda: Artinya, "Janganlah yang sakit dicampur baurkan dengan yang sehat." Anjuran atau  perintah agama seperti yang terdapat dalam Al Qur'an, Hadits dan kaidah fiqhiyyah,
yang telah khatib sebutkan tadi adalah memiliki nilainilai hikmah, yang bertujuan untuk menjaga kemaslahatan manusia.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved