Breaking News:

Aminullah Apresiasi Fesya 2020, Percepat Upaya Membumikan Ekonomi Syariah di Aceh

Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, mengapre­siasi pelaksanaan Festival Ekonomi Syariah Aceh (Fesya) 2020 yang digagas Bank Indonesia

FOR SERAMBINEWS.COM
Aminullah Usman, Wali Kota Banda Aceh 

* MES Mendukung Penuh Berlakunya Qanun Nomor 11 Tahun 2018 Tentang LKS

BANDA ACEH - Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, mengapre­siasi pelaksanaan Festival Ekonomi Syariah Aceh (Fesya) 2020 yang digagas Bank Indonesia (BI) Per­wakilan Aceh. Acara itu digelar se­cara virtual via aplikasi zoom serta disiarkan melalui youtube dan face­book, 5-6 September 2020.

Tujuan utama, untuk mengin­formasikan dan mengedukasi mas­yarakat soal ekonomi syariah. Acara dibuka secara resmi Wali Nanggroe Aceh, Malik Mah­mud, Sabtu (5/9/2020).

Aminullah Usman, dalam video testimoninya yang ditampilkan pada opening ceremony, mengatakan bahwa Provinsi Aceh yang mener­apkan syariat Islam, ternyata masih membutuhkan berbagai dukungan untuk meningkatkan pemahaman warganya mengenai ekonomi dan keuangan syariah.

Berdasarkan riset BI, kata Ketua Masyarakat Ekonomi Syari­ah (MES) Aceh ini, tingkat literasi keuangan di Aceh baru 32,7 persen. Sementara warga yang berinteraksi dengan keuangan sudah mencapai 73 persen.

“Perlu kita ketahui bersama, ternyata untuk literasi keuangan syariah di Aceh masih di angka 21 persen. Tingkat inklusinya pun ma sih kurang dari 50, yakni 41 persen,” ungkap Aminullah.

Karena itu, pihaknya sangat mengapresiasi berbagai upaya dan program BI dalam mendorong pengem­bangan ekonomi dan keuangan syari­ah, salah satunya dengan menggelar Fesya 2020.

“Saya yakin lewat acara ini dan program-program kolaboratif lainnya, akan mempercepat upaya kita untuk membumikan ekonomi dan keuangan syariah di Aceh,” katanya.

Keyakinan Aminullah cukup beral­asan, karena ia melihat apa yang dilaku­kan BI bukan hanya edukasi, tapi juga menyentuh pemberdayaan sektor riil.

“Seperti program kemandirian ekonomi pesantren hingga melibatkan masjid sebagai motor pemberdayaan ekonomi masyarakat dan pusat dak­wah ekonomi syariah,” katanya lagi.

Pemerintah Aceh pun selama ini telah mampu melahirkan kebijakan-ke­bijakan pro syariat Islam, salah satun­ya dengan menerbitkan Qanun Lem­baga Keuangan Syariah (LKS), yang melengkapi Qanun Sistem Jaminan Produk Halal. “Dengan adanya kedua payung hukum itu, tentu akan memu­dahkan kita mewujudkan industri halal yang sesungguhnya,” ujarnya.

Di samping itu, dalam sambu­tannya, Aminullah selaku Ketua MES Aceh dan seluruh pengurus menya­takan sikap mendukung sepenuhn­ya Qanun Nomor 11 Tahun 2018 Tentang LKS. “Karena Aceh adalah daerah yang memberlakukan syariat Islam, maka sudah sepatutnya kita menjalankan ekonomi sesuai prin­sip-prinsip syariah,” ujarnya lagi.

“Akhir kata, saya mewakili MES Aceh, berharap BI dan seluruh pegiat ekonomi syariah dan elemen mas­yarakat konsisten mendukung pro­gram pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Aceh,” pungkas Aminullah.

Seremonial Fesya 2020 lalu dilanjutkan dengan peluncuran mod­ul khutbah jumat ekonomi syariah, modul ekonomi masjid, bisnis hotel, dan BMT Masjid Oman serta air mi­num Dayah Darussalam.

Acara itu ditutup dengan Tabligh Akbar: ‘Membumikan Ekonomi Syariah di Bumi Serambi Mekkah’. (hba/*)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved