Breaking News:

Opini

Panaroma Indah Banda Aceh dari Menara Masjid Raya

SIAPA yang tak kenal Banda Aceh, kota di ujung Sumatra yang terkenal dengan banyak wisata sejarah, kuliner

Panaroma Indah Banda Aceh dari Menara Masjid Raya
IST
ZULFIKRI ABDULLAH (AKHI ZUL), DPH Remaja Masjid Raya Baiturrahman dan Koordinator TPQ Plus Baiturrahman, melaporkan dari Banda Aceh

ZULFIKRI ABDULLAH (AKHI ZUL),  DPH Remaja Masjid Raya Baiturrahman dan Koordinator TPQ Plus Baiturrahman, melaporkan dari Banda Aceh

SIAPA yang tak kenal Banda Aceh, kota di ujung Sumatra yang terkenal dengan banyak wisata sejarah, kuliner, adat budaya, dan pesona alamnya? Salah satu yang sangat terkenal di kota ini adalah wisata religi, di mana Masjid Raya Baiturrahman (MRB) sebagai maskotnya.

Para wisatawan domestik dan mancanegara biasanya menghabiskan waktu dengan cara menikmati keindahan arsitekturnya dan berfoto saat berada di kawasan masjid. Ada juga yang bahkan mempelajari sejarah MRB dari masa ke masa.

Apalagi belakangan ini masjid raya yang berada di ibu kota Provinsi Aceh ini penampilannya semakin indah setelah dilengkapi payung-payung raksasa di pekarangannya, mirip dengan payung yang ada di Masjidil Nabawi, Madinah. Di balik keindahan tersebut, tentu tidak luput dari sejarahnya yang panjang, termasuk kisah perjuangan rakyat Aceh mempertahankan masjid tersebut dari aneksasi pasukan Belanda pada tahun 1876 dan sesudahnya.

Masjid ini sejak semula tidak hanya sebagai tempat umat Islam untuk beribadah, tetapi juga pusat perjuangan kolektif  kaum muslim setempat untuk mewujudkan masyarakat madani. Di sini pula para pahlawan dahulu mengadakan musyawarah besar untuk menyusun strategi perlawanan terhadap Belanda. Salah satu bukti sejarah yang luar biasa pada masjid ini adalah tewasnya Jenderal Kohler, pemimpin pasukan Belanda, yang meregang nyawa setelah ditembak pejuang Aceh di bawah pohon geulumpang yang tumbuh di depan masjid tersebut. Sampai-sampai pasukan Belanda menyebut pohon tersebut Kohlerboom yang bermakna pohon Kohler.

Ketika Belanda menyatakan perang terhadap Kerajaan Aceh, para pejuang Tanah Rencong menjadikan masjid sebagai markas dan benteng pertahanan. Di sana dijadikan tempat untuk mengatur strategi dan taktik perang. Para pahlawan seperti Teuku Umar dan Cut Nyak Dhien mengambil andil dalam mempertahkan keberadaan MRB. Pada tahun 1936, masjid ini diperluas dengan penambahan dua kubah. Pembangunan ini atas usaha Gubernur A. Ph. Van Aken.

Merujuk pada sejarah, masjid ini dibangun tahun 1022 H/1612 M oleh Sultan Iskandar Muda Mahkota Alam. MRB sudah mengalami beberapa kali renovasi. Perluasan dan penambahan kubahnya pun dilakukan.

Pada tahun 1957, MRB kembali dirombak dan direnovasi. Kubahnya ditambah jadi lima. Tak berhenti di situ, perluasan MRB terus dilakukan. Pada tahun 1991-1993, Gubernur Aceh Ibrahim Hasan melakukan perluasan, meliputi halaman depan dan belakang, serta ukuran masjidnya. Bagian masjid yang diperluas, meliputi bagian lantai masjid tempat shalat, perpustakaan, ruang tamu, ruang perkantoran, aula, dan tempat wudu.

Pada periode ini pula menara utama MRB mulai dibangun hingga utuh terlihat sampai sekarang. Dengan perluasan tersebut, MRB kini memiliki tujuh kubah, empat menara di atas masjid dan satu menara induk (menara utama). Menara ini memiliki kemiripan dengan bangunan yang berlanggam arsitektur Mughal .

Literatur berjudul “MRB Zaman Kemerdekaan” yang ditulis Shabri A dan Sudirman yang tersimpan di Perpustakaan MRB mencatat, melalui proyek perluasan MRB yang dilakukan pada masa pemerintahan Gubernur Ibrahim Hasan, penambahan-penambahan bangunan masjid terus dilakukan. Salah satunya adalah membangun tugu setinggi 53 meter yang diberi nama Tugu Aceh Daerah Modal. Tugu tersebut dibangun untuk mengingat makna dan peran penting yang dimainkan Aceh, sehingga mendapat julukan “daerah modal” dari Presiden Soekarno. Peranan tersebut setidaknya dapat dilihat dalam tiga hal, yaitu kemiliteran, ekonomi, dan politik.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved