Selasa, 28 April 2026

Berita Aceh Besar

Smile Train Sasar Pulo Aceh, Mencari Penderita Bibir Sumbing untuk Dioperasi Gratis

"Tujuan kita hanya satu, ingin membebaskan anak-anak Aceh dari bibir sumbing. Membangun kembali kepercayaan diri mereka."

Penulis: Misran Asri | Editor: Ibrahim Aji
FOR SERAMBINEWS.COM
Koordinator Smile Train Aceh, Rahmad Maulizar menyerahkan kartu nama lengkap tertera nomor handphonenya saat menyosialisasikan operasi bibir sumbing di Pulau Breueh, Kecamatan Pulo Aceh, Aceh Besar, Minggu (6/9/2020). 

"Tujuan kita hanya satu, ingin membebaskan anak-anak Aceh dari bibir sumbing. Membangun kembali kepercayaan diri mereka."

Laporan Misran Asri | Aceh Besar

SERAMBINEWS.COM, JANTHO - Kondisi pandemi Covid-19 yang sedang menerpa Aceh, tidak menyurutkan semangat Koordinator Smile Train Aceh, Rahmad Maulizar menyosialisasikan operasi bibir sumbing ke seluruh pelosok dan pedalaman Aceh.

Kemarin, Minggu (6/9/2020), pria yang memiliki keinginan untuk membebaskan anak-anak Aceh dari bibir sumbing dan celah langit-langit itu, baru kembali dari Pulo Aceh, Aceh Besar.

Tujuan Rahmad ke pulau terluar, tepatnya di Pulau Breueh, Pulo Aceh itu untuk menyosialisasikan tentang operasi bibir sumbing yang setiap minggu dilaksanakan di Rumah Sakit Malahayati Banda Aceh.

Rahmad yang pernah tampil dan diundang di Program Kick Andy pada salah satu stasiun TV Nasional, pada Juni 2018 lalu itu menyosialisasikan operasi bibir sumbing tersebut dengan memberi pengharapan kepada masyarakat, bahwa operasi tersebut dilakukan gratis.

Tak ada sepersen pun biaya yang harus dikeluarkan oleh keluarga pasien, bahkan sampai ke penginapan seluruh ditanggung.

Bukan Sanksi Sasarannya, Ini Tujuan Mutlak Perwal Kota Banda Aceh Nomor 51 Tahun 2020 Dikeluarkan

"Tujuan kita hanya satu, ingin membebaskan anak-anak Aceh dari bibir sumbing. Membangun kembali kepercayaan diri mereka, sehingga bisa berbaur dengan nyaman sesama teman usianya," kata Rahmad kepada Serambinews.com, Senin (7/9/2020).

Menurutnya, sosialisasi operasi bibir sumbing yang dilakukan sehari penuh di Pulau Breueh itu, dengan cara Rahmad membagi-bagikan kartu namanya dan memasng sepanduk yang tertera nomor handphonenya.

"Kalau ada pasien bibir sumbing, bisa langsung menelpon kami di 081360395730 dan akan ditentukan segera jadwal operasinya," kata mantan alumni Universitas Teuku Umar (UTU) Aceh Barat ini.

Rahmad yang juga mantan penderita bibir sumbing itu menceritakan, sebelum dioperasi pada tahun 2008 lalu, ia merasa risih saat berada di antara teman dan lingkunganya.

Rahmad selalu dijauhi, disisihkan, bahkan kerap dihina karena cacat yang dialaminya itu.

Kepolisian Inggris Ringkus Pelaku Penusukan di Kota Birmingham

Tapi, karena dukungan keluarga, Rahmad mengaku tetap tegar menghadapi hari-hari sulit yang dilaluinya.

Namun, pada tahun 2007, Rahmad mendapat informasi bahwa Smile Train yang bermarkas di New York, Amerika Serikat, sudah hadir di Rumah Sakit Malahayati, Banda Aceh.

Lembaga itu memberikan harapan baru baginya yang memberikan layanan operasi secara gratis untuk penderita bibir sumbing dan bocor celah langit-langit.

"Saya ingin, apa yang pernah saya rasakan dulu dirasakan juga oleh saudara-saudara saya yang ada di seluruh Aceh dan masih menderita bibir sumbing ini," ungkapnya.

India Berhasil Uji Rudal Hipersonik, Berkecepatan 7.680 Km Per Jam

Makanya lanjut Rahmad, dirinya tidak pernah lelah keliling Aceh, meski tanpa biaya sedikit pun dan mengandalkan uang pribadinya, bagi pemuda kelahiran Suak Ribee, Aceh Barat ini, tidak menjadi persoalan.

"Saya ingi bekerja sambil beramal. Saya keliling Aceh, terkadang ditemani sang istri juga ada kebahagiaan tersendiri," sebutnya.

Ia pun menerangkan jika ada keluarga anak penderita bibir sumbing atau siapa saja yang mengetahui keberadaan pasien di pulau terluar Aceh itu dapat segera menghubunginya untuk dioperasi secara gratis.

Kepada warga Pulau Aceh yang dijumpai Rahmad saat menyisir keberadaan pasien, ia juga membagikan pengetahuan dan pengalamannya.

VIDEO - Tak Mau Sakit Hati, Istri Sah Secara Langsung Serahkan Suami Pada Wanita Selingkuhan

Bahkan memberi pemahaman, bahwa operasi itu ditangani oleh tim dokter spesialis bedah plastik yang ditangani, dr Muhammad Jailani SpBP RE (K) dan Tim Clp Aceh.

"Alhamdulillah sosialisasi kami ke Pulau Breueh, Pulo Aceh itu disambut baik dan antusias warga setempat, terutama kaum perempuan," terangnya.

Ia mengatakan dirinya dan tim menyisir Pulo Aceh dan menanyakan setiap warga yang dijumpai, guna menanyakan apa penderita bibir sumbing.

"Alhamdulillah dan syukur, ternyata operasi bibir sumbing yang dilaksanakanselama ini sudah begitu akrab di telinga warga Pulo Aceh, sehingga kedatangan kami diterima sangat antusias,"pungkas Rahmad sebagai relawan Smile train yang sudah menyisir seluruh pelosok Aceh sejak 10 tahun lalu itu.(*)

Tanpa Autopsi, Jenazah Pria Aceh Timur yang Tergantung di Pohon Dikebumikan

VIDEO - Balita Ini Menangis Saat Alquran di Tangannya Diganti Gadget

Tentara India Tidak Akan Menyerah Terhadap Intimidasi Tentara China di Perbatasan

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved