Breaking News:

Berita Banda Aceh

Dinas Sosial Kota Banda Aceh Jaring Tiga Gelandangan dan Pengemis, Satu Diantaranya Seorang Balita

Sejumlah gepeng yang mengetahui kedatangan petugas bergegas kabur dan memilih meninggalkan lokasi tempat mereka meminta-minta.

Penulis: Misran Asri | Editor: Ibrahim Aji
FOR SERAMBINEWS.COM
Petugas menertibkan seorang pengemis di kawasan Beurawe, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, saat penertiban dilaksanakan oleh Dinas Sosial Kota Banda Aceh, Selasa (8/9/2020). 

Sejumlah gepeng yang mengetahui kedatangan petugas bergegas kabur dan memilih meninggalkan lokasi tempat mereka meminta-minta.

Laporan Misran Asri | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Dinas Sosial (Dinsos) Kota Banda Aceh kembali menjaring gelandangan dan pengemis (Gepeng) di sejumlah jalan dan persimpangan di pusat Ibukota Provinsi Aceh ini, dalam penertiban yang dilancarkan Selasa (8/9/2020) siang.

Kepala Dinas Sosial Kota Banda Aceh, Rizal Junaedi SE, didampingi Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, TM Syukri SSos MAP mengatakan, penertiban dilakukan di Simpang Tiga, jalan depan Masjid Raya Baiturrahman, Bundaran Simpang Lima.

Lalu Jambo Tape, Jalan Panglima Panglima Nyak Makam kawasan Lambhuk dan Beurawe serta Simpang Surabaya.

Sejumlah gepeng yang mengetahui kedatangan petugas bergegas kabur dan memilih meninggalkan lokasi tempat mereka meminta-minta.

Karena mengingat akan membahayakan nyawa para gepeng tersebut, petugas memilih tidak menguber para gepeng-gepeng tersebut.

Terlibat Duel dengan Penjaga Penjara, Gembong Mafia Italia Gigit dan Kunyah Jari Sipir

Menurut Ampon Syukri, sapaan akrab TM Syukri ada tiga gepeng yang sudah berumur terjaring penertiban itu plus satu orang balita yang berada di gendongan ibunya dan ikut terjaring dalam penertiban di kawasan Simpang Surabaya.

Umumnya mereka yang terjaring tersebut sudah kepergok dan berhadapan langsung dengan petugas., sehingga tidak memungkinkan untuk kabur.

"Tiga gepeng yang kami tertibkan plus seorang ibu dengan anak yang dibawa dalam gendongan yang masih balita," ungkap Ampon Syukri.

Ia menerangkan, setelah diamankan, selanjutnya para gepeng tersebut dibawa ke rumah Singgah Lamjabat, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh untuk dilakukan pembinaan minimal selama tiga hari.

Pembinaan dimaksud, berupa penguatan mental aqidah serta pembinaan fisik bagi yang normal.

Pengungsi Wanita Rohingya Mulai Mengeluh Kesakitan, Dampak Terlalu Lama di Laut

"Kami imbau masyarakat untuk tidak memberi sesuatu kepada para gepeng yang meminta-minta di persimpangan serta mereka yang masuk ke warung-warung serta berbagai tempat lainnya. Karena, imbauan dan larangan itu jelas," ungkap Ampon Syukri.

Apalagi terhadap mereka yang sehat secara fisik, diminta untuk tidak memberikan sesuatu, karena kondisi tersebut akan membuat mereka manja dan malas untuk bekerja.

"Kalau ingin menyalurkan sedekah sudah diatur lembaganya. Kita harapkan gepeng tidak ada lagi melakukan aksinya di Kota Banda Aceh dan kami minta agar kembali kampung halamannya," pungkas Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, TM Syukri Ssos MAP.(*)

PNS Cari Jodoh Ngaku Masih Perawan, Minta Mahar Sejumlah Umur Hingga Mobil Usai Malam Pertama

Ungkap Kasus Putrinya Usia 8 Tahun Diperkosa Pria 57 Tahun, Ibu Ini Malah Diusir oleh Suaminya

13 Peti Mati Berusia 2.500 Tahun Ditemukan di Mesir, Kondisinya Masih Utuh

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved