Tangisan Keluarga Nur Khalimah dan Doa Bersama Warga Kuta Blang
Nur Khalimah (21), gadis Rohingya yang meninggal dunia di Balai Latihan Kerja (BLK) Lhokseumawe, dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum
* Gadis Rohingya Dikebumikan di Lhokseumawe
Tepat pukul 10.30 WIB, peti jenazah gadis Rohingya tersebut diturunkan ke liang lahat. Saat itulah satu dari tiga anggota keluarga almarhumah tiba-tiba menangis histeris. Setelah proses itu selesai pada pukul 11.00 WIB, warga sekitar yang turut menyaksikan pemakaman kemudian melakukan doa bersama untuk almarhumah.
Nur Khalimah (21), gadis Rohingya yang meninggal dunia di Balai Latihan Kerja (BLK) Lhokseumawe, dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Kuta Blang, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, Rabu (9/9/2020) sekitar pukul 10.30 WIB. Tangisan adik kandung dan dua saudara sepupu almarhumah pun pecah di lokasi pemakaman.
Nur Khalimah mengembuskan napas terakhir pada Selasa (8/9/2020) sekitar pukul 18.30 WIB, akibat penyakit di perut dan sesak napas yang dideritanya. Bahkan, menjelang meninggal dunia, ia mengalami muntah-muntah dan mulutnya mengeluarkan busa. Sebelum dimakamkan, jenazah Nur Khalimah disemayamkan dan dishalatkan di RSUCM.
Amatan Serambi, kemarin, jenazah gadis Rohingya itu dibawa dari Rumah Sakit Umum Cut Meutia (RSUCM), Aceh Utara, ke TPU Kuta Blang, sekitar pukul 09.30 WIB. Sesampai di lokasi pemakaman, jenazah Nur Khalimah langsung diangkat oleh sejumlah relawan ACT dan PMI. Sedangkan liang lahat sudah disiapkan sebelumnya.
Setelah itu, proses pemakaman pun dimulai. Turut hadir, pihak UNHCR, relawan ACT dan PMI, serta Kabag Humas, Kadis Sosial, dan Satgas Penanganan Rohingya Pemko Lhokseumawe. Tak lama kemudian, dari mobil UNHCR turun tiga warga etnis Rohingya. Mereka ternyata anggota keluarga dari almarhumah yaitu Harsabibi (adik kandung), serta Minara dan Nurusan (saudara sepupu).
Tepat pukul 10.30 WIB, peti jenazah gadis Rohingya tersebut diturunkan ke liang lahat. Saat itulah satu dari tiga anggota keluarga almarhumah tiba-tiba menangis histeris. Lalu, datang seorang penerjemah dari UNHCR untuk menenangkan dan meredam kesedihan keluarga Nur Khalimah tersebut. Proses itu selesai pada pukul 11.00 WIB. Warga sekitar yang turut menyaksikan pemakaman kemudian doa bersama untuk almarhumah.
Kabag Humas Pemko Lhokseumawe, Marzuki, seusai pemakaman kepada Serambi, mengatakan, Nur Khalimah mulai sakit di perut dan sesak napas sejak terdampar di Pantai Ujong Blang, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, bersama ratusan warga Rohingya lainnya pada Senin (7/9/2020). Sehari kemudian, ia meninggal dunia. “Saat pemakaman berlangsung, tangisan dari adik kandung dan saudara sepupu almarhumah tak bisa dibendung,” ujar Marzuki.
Sementara itu, Ketua Satgas Penanganan Pengungsi Rohingya Pemko Lhokseumawe, Ridwan Djalil, kepada Serambi di lokasi TPU, kemarin, mengatakan, proses pemakaman jenazah Nur Khalimah berjalan lancar hingga tuntas. “Ini tak lepas dari kepedulian masyarakat khususnya di lokasi TPU, yang sudah memberikan tempat untuk pemakaman jenazah gadis Rohingya tersebut,” ucapnya.
Ditanya bagaimana kondisi kesehata pengungsi lain, Ridwan mengatakan, terkait hal tersebut dirinya akan berkoordinasi dengan dinas kesehatan (dinkes) setempat untuk mengecek kondisi kesehatan mereka. “Seharusnya, ketika mereka terdampar, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengecek kesehatannya. Namun, karena sekarang masih dalam suasana Covid-19, yang paling diutamakan adalah menjalankan protokol kesehatan dengan mengikuti rapid test Corona,” pungkas Ridwan yang juga Kadis Sosial Lhokseumawe.
Periksa kesehatan
Informasi lain, 295 pengungsi Rohingya yang kini ditampung di gedung BLK Lhokseumawe, kawasan Gampong Meunasah Mee, Kecamatan Muara Dua, menjalani pengecekan kesehatan awal (health screening). Langkah itu dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan mereka saat ini. Pemeriksaan kesehatan itu dilakukan petugas medis dari Dinkes Lhokseumawe setelah berkoordinasi dengan pihak IOM.
Kaum pria yang pertama mendapat giliran. Setelah itu baru kaum perempuan. Bila ditemukan warga yang sakitnya sudah dararut (emergency), yang bersangkutan langsung dirujuk ke RSUCM. Namun bagi pengungsi yang sakitnya ringan atau sedang, langsung diberi obat di tempat tersebut. Sedangkan hasil rapid test, semua pengungsi Rohingya itu dinyatakan non-reaktif Covid-19. (zak)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/gadis-rohingya-dimakamkan.jpg)