Breaking News:

Mikro Faedah, Solusi Pembiayaan UMKM Aceh

Perbankan Syariah perkembangannya semakin meluas, ini ditandai dengan banyak­nya Bank Konvensional yang memiliki layanan keuangan berbasis Sya­riah

Mikro Faedah, Solusi Pembiayaan UMKM Aceh
IST
MUHAMMAD IRFAN, Pekerja BRI

Perbankan Syariah perkembangannya semakin meluas, ini ditandai dengan banyak­nya Bank Konvensional yang memiliki layanan keuangan berbasis Sya­riah.

Sesuai dengan Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah (LKS), PT Bank Rakyat Indone­sia (Persero) Tbk, men­dukung penuh kebijakan tersebut, ini dibuktikan dengan proses peralihan bisnis dan operasional BRI di wilayah Aceh ke BRIsyariah yang mer­upakan salah satu anak perusahaan BRI yang bergerak dibidang per­bankan Syariah.

Kedua Bank tersebut memiliki fokus terhadap pemberdayaan UMKM. Pelaku UMKM pasti­nya tidak asing dengan Kredit “Kupedes” yaitu produk pembiayaan BRI yang fokus terhadap pem­biayaan segmen mikro. Kupedes yang terkenal dengan Suku bunga yang kompetitif dan tujuan penggunaan yang beragam untuk memenuhi kebutu­han modal kerja maupun investasi menjadi keung­gulan dari Kupedes.

BRISyariah memili­ki produk pembiayaaan padanan yang setara dengan Kupedes yaitu “Pembiayaan Mikro Faedah”. Pembiayaan syariah segmen mikro dari BRIsyariah ini telah me­menuhi prinsip syariah se­bagaimana diatur dalam fatwa Majelis Ulama Indo­nesia (MUI) seperti prinsip keadilan dan keseimbangan, kemaslahatan, universal­isme, serta tidak mengand­ung keraguan/ ketidakpas­tian, masyir, riba, zalim dan objek yang haram.

Terdapat tiga skema pembiayaan pada Mikro Faedah yaitu Pembiayaan Murabahah berupa akad jual beli pengadaan barang modal usaha atau investasi oleh Bank kepada nasabah. Selanjutnya Pembiayaan Ijarah Muntahiya Bittam­lik (IMBT) yaitu perjanjian sewa menyewa antara Bank (pemilik objek sewa) dan nasabah ( penyewa) den­gan opsi perpindahan hak milik objek sewa berupa barang modal usaha atau investasi kepada nasabah dalam tempo waktu yang disepakati. Skema terakhir yaitu Pembiayaan Mus­yarakah Mutanaqishah (MMQ), yaitu akad kerjasa­ma modal antara Bank dan Nasabah dalam kepemilikan aset yang mana setelah akad berlangsung kepemilikan modal (hishshah) Bank akan berkurang dan beralih ke­pada nasabah melalui me­kanisme pembelian (pem­bayaran) secara bertahap oleh nasabah. MMQ lazim digunakan untuk refinancing (pembiayaan ulang).

Persyaratan umum keduanya tidak jauh ber­beda, yaitu berusia 21 tahun atau sudah me­nikah, memiliki KTP yang berlaku, NPWP, Surat Izin Usaha, tidak termasuk debitur daftar hitam Bank Indonesia serta lama us­aha minimal 1 tahun, Pembiayaan maksimal Rp250 juta, Jangka wak­tu variatif, margin yang kompetitif, serta dilayani diseluruh unit kerja di wilayah Aceh, maka tidak ada alasan keraguan bagi pelaku Bisnis UMKM di wilayah Aceh untuk tidak beralih ke Pembiayaan Mikro Faedah.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved