Breaking News:

Pelaku Usaha Diminta Waspada Calo, Terkait Pencairan Bantuan

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Aceh, Wildan mengingatkan kepada para pelaku usaha mikro di Aceh yang usulan namanya belum

Pelaku Usaha Diminta Waspada Calo, Terkait Pencairan Bantuan
IST
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Aceh, Wildan

BANDA ACEH - Kepala Dinas Koperasi dan UKM Aceh, Wildan mengingatkan kepada para pelaku usaha mikro di Aceh yang usulan namanya belum ke luar sebagai penerima Bantuan Presiden (Banpres) produktif, atau belum adanya panggilan dari bank penyalur, untuk yidak terjebak bujuk rayu oknum yang menyatakan bisa mengurus pencairannya.

“Ini kami sampaikan, karena berdasarkan informasi dari Sesmen Koperasi dan UKM bahwa di sejumlah ada kelompok yang menyatakan bisa mengurus pengusulan dan pencairan dana Banpres bagi usaha mikro dengan minta imbalan,” katanya, Jumat (11/9/2020).

Karena itu, tambah Wildan, Sesmenkop dan UKM mengingatkan pelaku usaha mikro untuk berhati-hati dan tidak percaya begitu saja jika ada yang mengaku bisa mencairkan dana Banpres itu. “Setidaknya ada lima poin yang disampaikan Sesmenkop dan UKM kepada Dinkop an UKM provinsi dan kabupaten/kota yang perlu disebarkan ke calon penerima bantuan,” terangnya.

Pihaknya sendiri, terang Wildan, sudah disampaikan dari Sesmenkop dan UKM itu ke kabupaten/kota, maupun pengurus koperasi yang ada di Aceh untuk disampaikan kepada anggotanya. “Memang pihaknya belum menerima laporan dari pelaku usaha mikro di Aceh yang tertipu dengan bujuk rayu sekelompok orang yang menyatakan dirinya bisa mengusul dan mengurus pencairan dana Banpres tersebut,” ujarnya.

Namun begitu, ungkap Kadiskop dan UKM Aceh itu, sebelum jatuh korban penipuan dana Banpres tersebut, Sesmenkop dan UKM sudah mengantisipasinya dengan cara mewanti-wanti agar para pelaku usaha mikro calon penerima Banpres produktif untuk tidak terbujuk rayu dengan iming-iming oknum yang mengaku bisa mengurus pencairan bantuan tersebut.

Wildan mengatakan, per 3 September 2020, nama pelaku usaha mikro penerima Banpres produktif yang sudah diterbitkan Menkop dan UKM untuk Aceh ada sekitar 102.896 usaha mikro. Diantaranya, usulan dari BRI 180 unit usaha, PNM sebanyak 80.075 usaha, usulan 23 Dinas Koperasi dan UKM kabupaten/ota 22.641 unit usaha. Ini merupkan usulan tahap pertama hingga empat.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perindag Kota Banda Aceh, Muhammad Nurdin mengatakan, dari 4.546 usaha mikro yang diajukan sebagai calon penerima Banpres produktif tersebut, baru beberapa saja yang sudah menerima dana bantuan tersebut.

“Hingga Kamis (10/9/2020), masih sangat sedikit usaha mikro di Banda Aceh yang sudah mencairkan bantuan dari pemerintah tersebut. Sedangkan sebagian besar lagi belum mendapatkannya,” terang Nurdin kepada Serambi, Jumat (11/9/2020).(her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved