Jumat, 29 Mei 2026

Sempat Minta Mundur, 17 Dokter RSUD Pidie Kembali Bekerja  

KABAR mengejutkan kemarin juga datang dari RSUD Tgk Chik Di Tiro di Kabupaten Pidie, sebanyak 17 dokter umum non-ASN di rumah saki

Tayang:
Editor: bakri
Serambi Indonesia
17 dokter umum non PNS mengundurkan diri dari RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli, Jumat (11/9/2020). Pengunduran diri tenaga medis akibat beban dan risiko kerja yang dibayar rumah sakit dinilai tidak sesuai. 

KABAR mengejutkan kemarin juga datang dari RSUD Tgk Chik Di Tiro di Kabupaten Pidie. Sebanyak 17 dokter umum non-ASN di rumah sakit tersebut secara serentak mengajukan surat pengunduran diri.

Meski pengunduran diri urung dilaksanakan, tetapi hal itu sempat membuat heboh masyarakat. Sebab selain kondisi Aceh yang memang tengah dihadapkan pada pandemi Covid-19, jumlah dokter yang mundur juga cukup banyak.

Dalam salinan yang diperoleh Serambi, surat pengunduran diri ke-17 dokter itu ditujukan kepada Kepala Pelayanan Medik RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli. Alasannya karena beban dan risiko kerja yang tidak sesuai dengan pendapatan.

“Dengan berat hati Kami mengajukan permohonan untuk mengundurkan diri sebagai dokter umum di RSUD Tgk Chik Ditiro Sigli. Adapun alasan kami mengajukan pengunduran diri yaitu ketidaksesuaian beban kerja dan resiko kerja dengan pendapatan yang kami terima,” bunyi surat tersebut.

Salah satu dokter yang dihubungi Serambi kemarin membenarkan tentang surat permohonan pengunduran diri tersebut. Ia menjelaskan, pengunduran diri itu dilakukan karena pihak manajemen rumah sakit tidak memperhatikan nasib para dokter honor. Apalagi di tengah pandemi Covid-19, yang memiliki risiko tinggi dan beban kerja yang berat.

"Sehingga kami dokter umum yang honor kompak membuat surat mengundurkan diri kepada manajemen RSUD Sigli. Kami kecewa dengan manajemen rumah sakit yang sering membuat aturan baru," kata dokter umum yang telah sembilan bulan mengabdi di RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli itu.

Dokter tersebut mengungkapkan, selama ini, dokter honor hanya mengandalkan insentif yang dibayar tiga bulan sekali dan jasa medis yang pencairannya cukup lama dan dengan jumlah yang tak memadai. “Kami dokter umum honor tidak memiliki gaji rutin setiap bulan, sehingga kami kesulitan memenuhi biaya keluarga,” imbuhnya.

Tetapi ia kemudian menambahkan, pengunduran diri itu bukanlah pengunduran diri sebenarnya. Para dokter hanya ingin menarik perhatian pihak manajemen rumah sakit agar aspirasi mereka ditindaklanjuti. "Kami sebenarnya tidak mau mengundurkan diri, itu sesuai dengan sumpah dokter yang harus melayani masyarakat. Lebih-lebih di tengah pandemi Covid-19. Tapi jika manajemen RSUD tidak menyahuti dan setuju kami mundur, ya kan harus mundur. Saya tidak tahu karena sekarang masih berlangsung rapat dengan manajemen," kata dokter perempuan itu sambil mematikan ponselnya.

Sementara Kepala Bagian Pelayanan Medik RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli, dr Dwi Widjaya, saat dikonfirmasi, membantah adanya surat pengunduran diri ke-17 dokter tersebut. ”Dokter umum itu hanya memanaskan suasana dan masalah itu telah selesai. Pak direktur telah menggelar rapat untuk menyelesaikan masalah itu," jelas dokter Dwi.

Aktivitas pelayanan di RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli juga ia pastikan tidak terganggu. "Masalah itu telah selesai, mereka telah bekerja seperti biasa," tegas dr Dwi.

Sementara Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) wilayah Pidie, dr Arika saat dihubungi sore kemarin, mengaku akan mengecek kembali kebenaran pengunduran diri para dokter umum non-PNS tersebut.

“Nanti malam kita akan lakukan rapat, kita dengar penjelasan dari para dokter itu bagaimana sebenarnya. Kami dari IDI akan memfasilitasi dan mencari jalan keluar terbaik untuk menyelesaikan masalah ini. Jangan sampai justru mengendorkan semangat dokter-dokter yang lain, apalagi di tengah suasana covid saat ini,” terang dr Arika.(naz/yos)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved