Breaking News:

Kupi Beungoh

Peng Ija Gafan: Apa Beda Legislatif, Eksekutif, dan Covid-19?

Kenapa mempersoalkan perilaku ini justeru ketika Aceh sedang menerima musibah, ketika seharusnya semua komponen bersatu.

KOLASE SERAMBINEWS.COM
Prof. Dr. Ir. Ahmad Humam Hamid, M.A, Sosiolog dan Guru Besar Universitas Syiah Kuala. 

Oleh: Ahmad Human Hamid*)

SOPANKAH menulis dalam satu kalimat yang mempertanyakan perbedaan antara legislatif, eksekutif, dan Covid-19?

Mengingat  kedua lembaga itu sebagai lembaga tertinggi daerah yang berkuasa, mulia, dan bermartabat.

Itu pertanyaan pertama yang “wajib” dilanjutkan dengan pertanyaan kedua.

Sopankah ketika publik berjuang untuk hidup, yang dipertontonkan adalah ketidakjelasan dana Rp 2,3 triliun untuk penanggulangan Covid-19, sementara korban Covid 19 setiap hari berjatuhan?

Terpujikah tontonan seperti itu ketika ada sebagian petugas kesehatan yang mesti membeli APD dengan uangnya sendiri,  honor mereka belum dibayar, bekerja seperti gladiator Roma, tertulari pandemi, dan bahkan telah mulai mengambil korban?

Barangkali kalimat pertama pada baris pertama terkesan kurang beradab.

Namun beradabkah ada permainan “petak umpet" tentang uang Rp 2,3 triliun?

Pantaskah ada wilayah abu-abu yang berkelanjutan tentang uang publik ketika rumah sakit sesak dengan pasien yang sedang bertaruh nyawa, dan orang miskin yang sedang susah mencari nafkah?

Layakkah pemangku kepentingan dianggap “tidak ada”, perguruan tinggi dianggap sebagai musuh, protes kecil mahasiswa diam-diam ditertawakan sebagai lelucon akhir pekan sambil minum bandrek dan pisang goreng?

Halaman
1234
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved