Breaking News:

Opini

Berantas Rentenir Lewat LKMS Mahirah  

MENURUT Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), rentenir bermakna orang yang mencari nafkah dengan membungakan uang; tukang riba; pelepas uang; lintah da

FOR SERAMBINEWS.COM
Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman 

Aminullah Usman, SE.Ak, MM

Wali Kota Banda Aceh

MENURUT Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), rentenir bermakna orang yang mencari nafkah dengan membungakan uang; tukang riba; pelepas uang; lintah darat. Dewasa ini, praktik-praktik dimaksud masih banyak ditemukan di sejumlah pasar, termasuk di Kota Banda Aceh.

Kondisi keuangan saat ini memang sedang bermasalah dengan adanya wabah pandemi Covid-19. Banyak usaha tidak bergerak sehingga perputaran uang semakin lemah. Pelaku usaha kecil adalah pihak yang paling merasakan dampak Covid-19 ini.

Tidak sedikit pelaku usaha, terkhusus Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) terpaksa gulung tikar akibat kekurangan modal. Sementara daya beli rendah. Kondisi ini praktis menjadi persoalan besar, ditambah lagi sempitnya lapangan pekerjaan.

Peluang inilah yang kerap dimanfaatkan oleh para pelaku rentenir untuk mencari mangsanya dengan cara mendatangi masyarakat yang sedang membutuhkan dana cepat tanpa ada pinjaman. Akan tetapi masyarakat dijerat lehernya dengan bunga yang sangat tinggi.

Tarif bunga yang dipatok oleh para rentenir tersebut berkisar antara 10-20 persen setiap sekali pinjaman untuk jangka waktu berkisar 15-30 hari. Akibatnya masyarakat harus membayar kembali dalam jumlah yang berlipat ganda.

Praktik rentenir sebenarnya bukan saja menggerogori dan merugikan ekonomi masyarakat, tapi juga dilarang dalam agama karena masuk dalam katagori riba. Riba merupakan salah satu perbuatan yang paling buruk dan sangat dibenci oleh Allah Swt.

Sebagaimana disebutkan dalam firman Allah SWT, yang artinya "Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kalian kepada Allah supaya kalian mendapat keberuntungan" (QS. Ali Imran: 130).

Praktik rentenir sudah lama ada di Banda Aceh. Bahkan ketika Provinsi Aceh sudah menerapkan syariat Islam dalam kehidupan, praktik rentenir ini tetap masih ada. Bahkan kegiatan itu tumbuh bagaikan cendawan di musim hujan.

Halaman
123
Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved