Breaking News:

Dana Refocusing

Penyaluran Dana Bansos Pada Masa Pandemi Covid-19

Pada tahun anggaran 2020 ini, Kemensos melalui Program Keluarga Harapan (PKH) sampai 11 September 2020 sudah menyalurkan dana PKH

For. Serambinews.com
Sekda Aceh, dr Taqwallah. 

Penyaluran Dana Bansos Pada Masa Pandemi Covid-19

Anggaran Bansos Aceh senilai Rp 1,5 trilliun yang masuk pada paket anggaran refocusing APBA 20202 senilai Rp 2,3 triliun hingga bulan September 2020, belum direalisasikan. Asisten II Setda Aceh, H T Ahmad Dadek, menjelaskan, ada dua faktor penyebab belum direalisasikannya anggaran Bansos ini.

Pertama, anggaran ini disiagakan untuk digunakan jika Aceh melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), dan kedua karena pusat sudah mengambil kebijakan secara nasional. “Untuk mencegah agar tidak tumpang tindih dengan program dan kegiatan pusat, Pemerintah Aceh harus ekstra hati-hati dalam melaksanakan program bansosnya di masa Pandemi Covid-19,” ungkap Taqwallah.

Pada tahun anggaran 2020 ini, Kemensos melalui Program Keluarga Harapan (PKH) sampai 11 September 2020 sudah menyalurkan dana PKH nya mencapai Rp 900 miliar dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 284.771 KK.

Kemensos juga sudah menyalurkan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) senilai Rp 761 miliar, dengan penerima manfaat 422.874 KK. Kemensos juga sudah menyalurkan Bantuan Sosial Tunai (BST) Rp 611 miliar, dengan jumlah penerima manfaat 226.448 KK.

Kecuali itu Kemendes dan PDT, sudah menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi masyarakat desa yang terdampak Covid-19 melalui sumber dana desa senilai Rp 718 miliar, yang penerima manfaatnya tersebar di 6.497 gampong di Aceh.

Pada bulan ini, Kemenkop dan UKM, melalui program dana hibah kepada pelaku usaha mikro terdampak Covid-19, sudah menetapkan sebanyak 102.869 pelaku usaha ekonomi, sebagai calon penerima dana hibah senilai Rp 2,4 juta per pelaku usaha mikro di Aceh.

Dari Kemensos saja bantuan sosialnya sudah mencapai Rp 2,3 triliun, ditambah BLT dana desa Rp 729, dan dana usaha mikro produktif Rp 247 miliar, maka total dana dari pusat yang beredar di Aceh sejak Januari - September 2020 ini sudah melampaui Rp 3 triliun. “Kondisi inilah yang membuat Aceh relatif aman dan nyaman di masa pandemi Covid-19 ini,” ujar Taqwallah.(*)

Editor: iklan@serambinews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved