Rabu, 20 Mei 2026

Syekh Ali Jaber: Saya Bisa Selamat karena Allah

Pendakwah kondang Indonesia, Syekh Ali Jaber menjadi korban penganiayaan. Peristiwa ini terjadi di Masjid

Tayang:
Editor: hasyim
www.serambitv.com
Setelah peristiwa penusukan yang dialaminya, pendakwah kondang Indonesia, Syekh Ali Jaber, akhirnya memberi keterangan. 

* Ditusuk Saat Safari Dakwah di Lampung

BANDAR LAMPUNG - Pendakwah kondang Indonesia, Syekh Ali Jaber menjadi korban penganiayaan. Peristiwa ini terjadi di Masjid Afaludin Tamin Sukajawa, Tanjungkarang Barat, Bandar Lampung, Minggu 13 September 2020.

Informasi yang dihimpun, Syeh Ali Jaber mengalami luka tusukan di bagian bahu kanan. Dia kemudian dilarikan ke Puskesmas Gedong Air, Bandar Lampung, untuk mendapat perawatan.

Kapolsek Tanjungkarang Barat, AKP David Jeckson Sianipar yang dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. "Benar," kata David Jeckson Sianipar, Minggu (13/9/2020).

David Jeckson Sianipar mengatakan, pihaknya juga sudah mengamankan pelaku penusukan. "Saat ini (Syeh) sedang dirawat di Puskesmas Gedong Air," ucap AKP David Jeckson Sianipar.

Ia mengaku belum mengetahui apa motif pelaku nekat menusuk Syekh Ali Jaber. "Masih kami periksa. Belum tahu motifnya apa. Nanti kita sampaikan kembali hasil pemeriksaannya," jelasnya.

Beberapa saat setelah kejadian, Syekh Ali Jaber dalam video berdurasi 1 menit 24 detik yang diunggah di kanal Youtube Syekh Ali Jaber, memberikan penjelasannya terkait insiden penusukan yang menimpanya. Dari rekaman video itu, Syekh Ali Jaber masih berada dalam perawatan di fasilitas kesehatan.

Syeh Ali Jaber memulai penjelasannya dengan mengucapkan rasa syukur kepada Allah karena ditakdirkan selamat dari keadaan yang lebih buruk. Ia menyebut, peristiwa ini adalah pengalaman baru dan yang pertama dialami olehnya selama 12 tahun berdakwah di Indonesia.

Meski tidak secara langsung menyebut ada upaya pembunuhan terhadap dirinya, tapi Syekh Ali Jaber menyebut bahwa Allah menyelamatkan dirinya dari pembunuhan. Ia juga menceritakan pisau yang diayunkan oleh orang tak dikenal itu menyasar lehernya.

“Saya bisa selamat karena Allah takdirkan saya angkat tangan di dua sisi, ke depan leher dan dada,” ungkap Syekh Ali Jaber. “Penusukan cukup keras, cukup kuat. Sampai separuh pisau masuk ke dalam, cukup dalam,” lanjut dia.

“Tapi alhamdulillah, di tangan saya, bukan di leher. Sampai patah pisaunya. Saya sendiri yang lepaskan pisaunya yang sudah patah di dalam. Saya keluarkan,” imbuh Syekh Ali Jaber.

Dikutip dari berbagai sumber, Syekh Ali Jaber memiliki nama asli Ali Saleh Mohammed Ali Jaber. Ia merupakan ulama kelahiran Madinah, Arab Saudi, 3 Februari 1976. Syekh Ali Jaber menjalani pendidikan formal dan informal, tingkat dasar hingga perguruan tinggi di Madinah Almunawwarah.

Syekh Ali Jaber telah memperoleh gelar hafiz (menghafal 30 juz Alquran) pada usia sebelas tahun. Sejak itu pula, Syekh Ali Jaber menjadi guru tahfiz Quran di Masjid Nabawi.

Pada tahun 2008, Syekh Ali Jaber memilih jalan Allah untuk berdakwah hingga ke Indonesia. Di negeri ini, Syekh Ali Jaber menikah dengan seorang gadis asal Lombok, Nusa Tenggara Barat. Syekh Ali Jaber kemudian mendapatkan kewarganegaraan Indonesia. Ia juga menjadi juri pada Hafiz Indonesia dan menjadi da'i dalam berbagai kajian di berbagai stasiun televisi nasional.(TribunLampung)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved