Breaking News:

Kejari Musnahkan Barang Bukti 41 Perkara Pidana  

Kejaksaan Negeri (Kejari) Bener Meriah memusnahkan sejumlah barang bukti dan barang rampasan untuk 41 perkara tindak pidana umum

Serambi Indonesia
Kajari Bener Meriah, Agus Suroto SH MH bersama Kapolres AKBP Siswoyo Adi Wijaya SIK, dan Ketua Pengadilan Negeri Simpang Tiga Redelong, Purnawingsih SH, melakukan pemusnahkan sejumlah barang bukti dan barang rampasan untuk 41 perkara tindak pidana umum yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap (inkrah),di halaman Kantor Kejari Bener Meriah, Selasa (15/9/2020). 

REDELONG - Kejaksaan Negeri (Kejari) Bener Meriah memusnahkan sejumlah barang bukti dan barang rampasan untuk 41 perkara tindak pidana umum yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap (inkrah).

Proses pemusnahan barang bukti berupa narkotika jenis sabu-sabu, ganja, senpi rakitan beserta amunisi, minyak oplosan, dan beberapa jenis lainnya dilakukan di halaman Kantor Kejari Bener Meriah, Selasa (15/9/2020).

Pemusnahan tersebut juga dihadiri oleh Kapolres Bener Meriah AKBP Siswoyo Adi Wijaya SIK dan Ketua Pengadilan Simpang Tiga Redelong, Purnawingsih SH. Seusai melakukan pemusnahan, Kajari Bener Meriah Agus Suroto SH MH mengatakan, barang bukti yang dimusnahkan tersebut sudah mempunyai kekuatan hukum tetap yang telah diputuskan sejak bulan Desember 2019 sampai dengan September 2020.

Disebutkan, barang bukti narkoba yang dimusnahkan di antaranya ganja seberat 32,535 kg, sabu-sabu seberat 50,17 gram. Selain itu juga dimusnahkan satu pucuk senjata api rakitan (senpi) yang terbuat dari besi, dan satu pucuk senjata api rakitan yang terbuat dari kayu, beserta 18 butir amunisi. Banyak lagi barang bukti lainnya yang dimusnahkan termasuk satu unit sepeda yang merupakan barang rampasan.

Dikatakan, pemusnahan barang bukti tersebut merupakan rangkaian perkara pidana umum. Penyelesaian sudah tuntas mulai dari eksekusi badan, denda, dan termasuk pemusnahan barang bukti.

Sementara itu, Kepala Seksi Barang Bukti dan Barang Rampasan Kejari Bener Meriah, Wahyu Husni menambahkan, terkait barang bukti senjata api itu merupakan perkara tindak pidana pencurian, dimana terdakwa menggunakan senjata api tersebut untuk melakukan pencurian.

Kemudian juga barang bukti minyak untuk kasus minyak oplosan, minyak yang memang tidak ada izin untuk pengangkutan atau penyebarluasan.

“Kasus sejata api (Senpi) tersangkanya satu orang, sedangkan minyak oplosan dari Aceh Timur, tersangkanya juga satu orang,” ujar Wahyu.(bud)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved