Breaking News:

Lokasi Proyek Harus Bebas Covid-19  

Asisten II Setda Aceh, HT Ahmad Dadek mengingatkan kepada para rekanan yang mengerjakan proyek APBA, APBK maupun APBN

Foto kiriman T Ahmad Dadek
Asisten II Setda Aceh, T Ahmad Dadek melakukan pemantauan pembangunan tol seksi VI yaitu ruas Baitussalam-Kuta Baro (Aceh Besar) 

BANDA ACEH - Asisten II Setda Aceh, HT Ahmad Dadek mengingatkan kepada para rekanan yang mengerjakan proyek APBA, APBK maupun APBN untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19 di lokasi lingkungan kerjanya.

Pentingnya para rekanan menjaga prokes, karena dengan melibatnya banyak pekerja, lokasi proyek berpeluang menjadi tempat penularan virus corona. Dikatakan, dari hasil peninjauan di beberapa daerah, ada pekerja protek yang terpapar Covid-19.

“Lokasi proyek harus bebas dan bukan menjadi klaster penyebaran Covid-19,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Serambi, Selasa (15/9/2020)

Dikatakan, perusahaan yang tidak menerapkan prokes pencegahan Covid-19 kepada pekerjanya akan mengalami kerugian. Sebab untuk mencari pengganti buruh di masa pandemi ini sangat sulit. Apa lagi untuk jenis-jenis pekerjaan khusus dan langka. Karenanya, Dadek mengharapkan kepada rekanan agar tidak mengabaikan protokol kesehatan Covid-10 terhadap para pekerjanya.

Baru-baru ini, terangnya, ada perusahaan yang terpaksa mengisolasi 10 pekerjanya karena terpapar Covid-19. Padahal, perusahaan tersebut sedang melaksanakan pembangunan proyek yang sebetulnya memerlukan banyak tenaga.

“Tapi kenyataannya, gara-gara mengabaikan protokol kesehatan di lokasi proyek, 10 tenaga kerjanya harus diisolasi. Ini tentunya sangat berdampak dan merugikan perusahaan,” terangnya.

Kondisi seperti itu, tambah Dadek, bisa menurunkan kinerja proyek. Karenanya dia mengimbau agar seluruh rekanan di Aceh, terutama yang sedang proyek APBA, APBK, maupun APBN untuk tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Dadek juga meminta perusahaan untuk terus mengingatkan para pekerjanya menerapkan prokes dalam pekerjaan. Seperti menggunakan masker, menjaga jarak, selalu mencuci tangan.

“Karena jika sudah terpapar, tidak saja merugikan pekerja, tapi perusahaan. Jadi sebelum didera Covid-19, lebih baik mencegahnya.

Pemerintah Aceh sangat tidak menginginkan lokasi proyek menjadi tempat baru penularan Covid-19 di Aceh,” tandas HT Ahmad Dadek, Asisten II Setda.

Sementara pada tinjauan ke proyek pembangunan Gedung Oncology RSUZA Banda Aceh, Senin (14/9/2020), Asisten II Setda Aceh HT Ahmad Dadek melihat langsung progres pembangunannya. Di mana realisasi pembangunannya hingga September 2020 sudah mencapai 35 persen.

Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) pembangunan Gedung Oncology RSUZA Banda Aceh, Zulkanaen menjelaskan, meski kontrak induknya multiyears namun pihaknya terus berupaya agar realisasi pekerjaannya terus positif.

Dadek menambahkan, dengan positifnya progres pekerjaan fisiknya maka penyelesaian pembangunan gedung oncology ini diharapkan bisa lebih cepat dari yang ditargetkan akhir Desember tahun depan. “Kita berharap tren positif ini terus terjaga, sehingga pembangunannya bisa selesai tepat waktu,” ujarnya.(her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved