Update Corona di Pidie

Alat Rapid Test Kosong di Tengah Melonjak Kasus Covid-19 di Pidie, Petugas Sering Dicaci Maki

" Alat rapid test digunakan untuk skrining, sebagai langkah awal mengetahui kondisi tubuh," kata Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Pidie

Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Nur Nihayati
SERAMBINEWS.COM/MUHAMMAD NAZAR
Sekretaris Dinkes Pidie, Evi Almanidar. SERAMBINEWS.COM/ MUHAMMAD NAZAR 

" Alat rapid test digunakan untuk skrining, sebagai langkah awal mengetahui kondisi tubuh," kata Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Pidie

Laporan Muhammad Nazar I Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI- Sejak Agustus 2020 alat rapid test di sejumlah puskesmas di Kabupaten Pidie kosong.

Kekosongan rapid test itu yang disebut termometer digital infrared justru terjadi di tengah meningkatnya kasus Covid-19 di Pidie.

Dinkes menyarankan warga yang mengalami gejala penyakit untuk cepat memeriksa ke RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli.

" Alat rapid test digunakan untuk skrining, sebagai langkah awal mengetahui kondisi tubuh," kata Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Pidie, Evi Almanidar, kepada Serambinews.com, Kamis (17/9/2020).

Ia menjelaskan, Dinkes Pidie akan mendapatkan 10.000 alat rapid test bantuan Pemerintah Aceh.

Alat itu kosong sejak akhir Agustus 2020.

Dapat Petunjuk dalam Mimpi, Pria Ini Gali Sumur Dekat Rumah, Ternyata Isinya Harta Karun

Hari Ini Bertambah Empat ODP di Lhokseumawe, Total Keseluruhan 86 Orang & Dalam Pemantauan 17 Orang

Waka Polres, Kabag Ops, Kasat Narkoba & 4 Kapolsek di Lhokseumawe di Rotasi, Ini Nama Pejabatnya

Bantuan tersebut diberikan dalam bentuk dana dari Pemerintah Provinsi yang nantinya akan dimasukkan dalam APBK-Perubahan 2020.

" Saat ini APBK-P sedang dibahas, jika APBK-P selesai dibahas saya rasa dana untuk pembelian alat rapid test sudah bisa digunakan," jelasnya.

Ia menyebutkan, meningkatnya kasus Covid-19 di Pidie akibat warga belum semuanya menjalankan protokoler kesehatan (prokes).

Sehingga petugas di puskesmas kewalahan menghadapi masyarakat. Salah satu saat warga terinfeksi Covid-19 meninggal, warga tidak mau mengebumikan dengan prokes.

Kecuali itu, kata Evi didampingi Kabid Pelanan Dinkes Pidie, Irwan Saputra, warga tidak percaya saat dilakukan sosialisasi oleh petugas puskesmas.

" Petugas kita di puskesmas sering dicaci maki warga saat mensosialisasikan Covid-19.

Bahkan ada yang menuduh Corona sebagai proyek petugas kesehatan," jelasnya.

Padahal, jelas Evi, Corona adalah virus yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang, tapi sangat membahayakan terutama bagi usia lanjut akibat imunitas tubuh lemah.

" Biasanya warga usia lanjut dominan terkena virus Corona karena dibawa orang tanpa gejala (OTG) yang tubuhnya sehat.

Makanya perlu jaga jarak dan pakai masker," pungkasnya. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved