Breaking News:

Lima Lolos Satu Ditangkap, Polisi Sergap Rombongan Penambang Emas Ilegal

Personel Polres Aceh Barat, Jumat (11/9/2020) pekan lalu, menyergap sejumlah orang yang sedang melakukan aktivitas di lokasi tambang emas

SERAMBI/SA’DUL BAHRI
Polisi memperlihatkan barang bukti yang diamankan dari lokasi tambang emas ilegal dalam konferensi pers di Mapolres Aceh Barat, Rabu (16/9/2020) 

MEULABOH - Personel Polres Aceh Barat, Jumat (11/9/2020) pekan lalu, menyergap sejumlah orang yang sedang melakukan aktivitas di lokasi tambang emas ilegal kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Cahop Angkop, Desa Antong, Kecamatan Panton Reu, kabupaten setempat. Dalam penyergapan itu, polisi berhasil menangkap seorang penambang. Sementara lima lainnya berhasil lolos masuk ke hutan di kawasan tersebut.

Polisi juga mengamankan satu beko dan sejumlah peralatan lain yang diduga selama ini dipakai untuk menambang emas secara ilegal di lokasi itu. “Kita berhasil menangkap satu tersangka atas nama IM (23), warga Pidie, dan sejumlah alat bukti di lokasi tambang emas ilegal tersebut pada Jumat (11/9/2020) lalu. Tersangka dan barang bukti (BB) sudah diamankan ke Mapolres,” jelas Kapolres Aceh Barat, AKBP Andrianto Argamuda, melalui Kabag Ops, AKP Ikmal, dalam konferensi pers di Mapolres setempat, Rabu (16/9/2020).

Ikmal menerangkan, operasi penyergapan rombongan penambang emas ilegal itu dilakukan pihaknya berawal dari informasi masyarakat. Pada Jumat (11/9/2020) sekitar pukul 15.00 WIB, sebut Kabag Ops, Kanit Resmob mendapat informasi dari seorang warga bahwa di kawasan DAS Krueng Cahop Angkup, Desa Antong, Kecamatan Panton Reu, sedang ada penambangan emas secara ilegal.

Menindaklanjuti informasi tersebut, sambung AKP Ikmal, Kanit Resmob bersama anggotanya langsung bergerak ke lokasi. Pada pukul 19.00 WIB, anggota Unit V Resmob tiba di lokasi dan kemudian langsung menyergap rombongan pekerja tersebut. Melihat polisi datang, penambang yang berjumlah enam orang itu langsung kocar kacir. Hanya satu orang yang berhasil ditangkap, sedangkan lima lainnya berhasil lolos ke hutan di kawasan tersebut.

"Menurut keterangan tersangka yang kita amankan, penambang yang berhasil meloloskan diri dari sergapan polisi sebanyak lima orang," ungkap AKP Ikmal didampingi Kasat Reskrim, AKP Parmohonan Harahap.

Di lokasi tambang emas ilegal itu, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. AKP Ikmal menyebutkan, barang bukti yang berhasil diamankan yaitu satu beko merek Komatsu PC200 warna kuning, satu kotak putih berisi emas bercampur pasir, tiga lembar karpet warna hijau, dan satu alat indang emas yang terbuat dari kayu.

Kabag Ops menambahkan, tersangka dijerat dengan Pasal 158 UU RI Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 4 Tahun 2019 tentang Penambangan Mineral dan Batu Bara. "Ancaman hukumannya paling lama lima tahun penjara dan denda sebesar Rp 100 miliar," sebut Kabag Ops Polres Aceh Barat, AKP Ikmal.

Menindaklanjuti kasus tersebut, tambahnya, polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dan terus mengejar para penambang yang kabur, termasuk memburu pemodal dari aktivitas tambang emas ilegal tersebut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Aceh Barat, Mulyadi yang dikonfirmasi Serambi, Rabu (16/9/2020) tadi malam, mengatakan, pihaknya bersama instansi terkait lain akan segera melakukan sosialisasi tentang larangan melakukan aktivitas di lokasi tambang emas ilegal (tak berizin). "Untuk melaksanakan sosialisasi itu, kita akan berkomunikasi dengan camat di lokasi tambang emas itu berada serta dinas dan instansi terkait lainnya,” jelas Mulyadi.

Menurutnya, setiap penambangan menggunakan alat berat di Daerah Aliran Sungai (DAS) tentu akan merusak lingkungan. Saat ini, sebut Mulyadi, di kawasan Sungai Mas ada perusahaan yang memperoleh izin membuka tambang rakyat. Sehingga, masyarakat nanti bisa bergabung ke sana. Karena sudah diizinkan, sambungnya, tentu saja aktivitas penambangan di lokasi yang legal tersebut tidak merusak lingkungan.

Ia berharap kepada panambang emas agar tak lagi melakukan atau menghentikan aktivitas di lokasi tambang ilegal karena hal itu bisa merusak lingkungan. Sementara perusahaan yang memperoleh izin melakukan eksplorasi emas di kawasan Sungai Mas adalah PT Magellanic Garuda Kencana. “Perusahaan itu akan membina penambang emas yang bekerja di lokasi tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” pungkas Mulyadi. (c45)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved