Breaking News:

Opini

Lindungilah Medis! (World Patient Safety Day)  

Semua sepakat bahwa medis merupakan garda akhir perlawanan menghadapi Covid-19. Banyak pujian diberikan kepada mereka

Lindungilah Medis! (World Patient Safety Day)   
IST
DR. Dr Safrizal Rahman, M.Kes, SpOT, Ketua Ikatan Dokter Indonesia Wilayah Aceh, Dosen Fakultas Kedokteran Unsyiah

Oleh DR. Dr Safrizal Rahman, M.Kes, SpOT, Ketua Ikatan Dokter Indonesia Wilayah Aceh, Dosen Fakultas Kedokteran Unsyiah

Semua sepakat bahwa medis merupakan garda akhir perlawanan menghadapi Covid-19. Banyak pujian diberikan kepada mereka yang sudah mendedikasikan hidupnya membantu pasien meski bertaruh nyawa,  walau tidak kurang tuduhan negatif beredar di dunia maya bahwa ada keuntungan yang dicari dari wabah ini.

Memasuki bulan ke-6 pandemi ini di Indonesia, masyarakat sudah mulai terbiasa dengan Covid-19, bahkan aktivitas umumnya sudah hampir normal, meskipun dengan tetap memperhatikan protokol Covid, mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak.

Melihat statistik peningkatan kasus secara nasional dan daerah (Aceh), jelas pandemi ini masih akan berlangsung lama. Berangsur tinggallah para medis terus bertempur menyelamatkan nyawa setiap penderita, maka tidak banyak lagi yang teringat tentang bagaimana perlindungan keselamatan tenaga medis ini, kondisi keluarga mereka, kehidupan sosial, mental, dan semangat serta kesejahteraannya.

Pada 17 September setiap tahun diperingati sebagai Hari Keselamatan Pasien se-Dunia (world patient safety day). Nah, pada kesempatan ini baik juga kita meminta atensi pemerintah untuk menjadikan momen tersebut sebagai titik balik upaya menyelamatkan tenaga medis dengan memberikan dukungan menjadikan momentum yang sama untuk fokus pada keselamatan tenaga medis Indonesia.

Berkaca-kaca mata saya membaca surat seorang Buya Syafii Maarif, tokoh Islam senior menyampaikan surat kegusarannya ke Presiden.  "Sebagai salah seorang yang tertua di negeri ini, batin saya menjerit dan goncang membaca berita kematian para dokter yang sudah berada pada angka 115 pagi ini, plus tenaga medis yang juga wafat dalam jumlah besar pula.

Pak Presiden, mohon diperintahkan kepada Menteri Kesehatan dan jajarannya untuk berupaya semaksimal mungkin menolong nyawa para dokter ini. Jika begini terus, bangsa ini bisa oleng karena kematian para dokter saban hari dalam tugas kemanusiaannya di garis paling depan." Terima kasih buya!

Kondisi Indonesia kini nyaris tiada hari tanpa kematian tenaga medis, baik dokter, perawat, bidan, dan lain-lain. Tidak perlu menjadi pintar untuk memahami ada yang salah dengan sistem perlindungan medis.

Sebagai Ketua Ikatan Dokter Indnesia (IDI) Wilayah Aceh, akademisi sekaligus praktisi kesehatan, saya adalah bagian dari kesalahan ini, ada sistem yang harus diperbaiki, bila tidak ingin gugurnya pahlawan medis akan menambah panjang daftar kelam pandemi.

Meskipun tidak mudah mendapatkan data akurat, tapi akumulasi laporan seluruh IDI Cabang di Aceh mencatat lebih dari 250 tenaga medis telah terinfeksi Covid-19, dan dua orang di antaranya gugur. Jumlah ini mencapai 13% dari total kasus.

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved