Breaking News:

Berita Kutaraja

BPBD Banda Aceh Sanksi Puluhan Pelanggar Prokes dengan Baca Alquran, Terjaring Saat Razia ke Kafe

Bentuk usaha dan ikhtiar itu pun dikeluarkan dalam sanksi yang lebih tegas dan diatur dalam Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 51 Tahun 2020.

Penulis: Misran Asri | Editor: Saifullah
For Serambinews.com
Petugas memberikan sanksi kepada pelanggar untuk membacakan ayat-ayat pendek dalam Alquran saat razia yang menyasar pelanggar prokes di Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, Sabtu (19/9/2020) malam. 

Laporan Misran Asri | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Berbagai upaya terus dilakukan Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh agar masyarakat patuh dan taat terhadap protokol kesehatan (prokes) demi tujuan memutus mata rantai penyebaran virus corona.

Bentuk usaha dan ikhtiar itu pun dikeluarkan dalam sanksi yang lebih tegas dan diatur dalam Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 51 Tahun 2020.

Dalam Perwal itu disebutkan, masyarakat yang melanggar prokes akan dijatuhi sanksi administrasi membayar denda, adat, hingga sanksi sosial, mulai dari membersihkan jalan sampai diminta membacakan ayat-ayat pendek dalam Al-Quran.

"Pada saat kami turun ke kafe-kafe, ada 24 orang harus kami berikan sanksi sosial berupa melafalkan surah pendek, surah di dalam Alquran," kata Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Banda Aceh, Rizal Abdillah, SSos, MSi, Minggu (20/9/2020).

Pada prinsipnya, jelas Rizal, pihaknya tidak menginginkan ada warga atau suatu tempat usaha yang disanksi atau didenda karena kesalahannya tidak mematuhi prokes.

Kuras Uang di ATM Majikan, Seorang Ibu Muda Diringkus Personel Polsek Kutaraja

Cari Anak Tenggelam di Sungai Singkil, Warga Nekat Menyelam di Malam hari

Gerakan Neo-Nazi Susupi Kepolisian Jerman, 29 Polisi Terpergok Bagikan Foto Hitler dan Swastika

Namun, tindakan menjatuhi sanksi dan denda terpaksa harus dilakukan karena kondisi penyebaran virus corona saat ini sangat mengkhawatirkan. Sementara banyak masyarakat yang masih rendah kesadarannya.

“Harusnya saat berada di luar atau beraktivitas, warga memperhatikan prokes seperti mengenakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan upayakan semaksimal mungkin menghindari kerumuman,” urainya.

“Tapi, hal itu yang justru dilanggar dan terkesan warga acuh dan enggan percaya terhadap virus corona,” tukas Rizal Abdillah.

Padahal ulas Kalak BPBD, sudah banyak bukti terhadap mereka yang sudah sembuh dari penyakit yang dapat menyebabkan kematian itu.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved