Breaking News:

Berita Internasional

Gerakan Neo-Nazi Susupi Kepolisian Jerman, 29 Polisi Terpergok Bagikan Foto Hitler dan Swastika

Indikator ini tampak dari terlibatnya puluhan personel kepolisian dalam peredaran foto pemimpin Nazi, Adolf Hitler dan Swastika (simbol Nazi).

Editor: Saifullah
BBC Indonesia
Ilustrasi polisi Jerman diambil sumpahnya.(BBC Indonesia) 

Indikator ini tampak dari terlibatnya puluhan personel kepolisian dalam peredaran foto pemimpin Nazi, Adolf Hitler dan Swastika (simbol Nazi).

SERAMBINEWS.COM - Gerakan Neo-Nazi kembali merebak di Jerman. Jika sebelumnya hanya diikuti kalangan muda, kini ikut menyusup ke institusi kepolisian.

Indikator ini terlihat dari terlibatnya puluhan personel kepolisian dalam peredaran foto pemimpin Nazi, Adolf Hitler dan Swastika (simbol Nazi).

Kini puluhan polisi itu telah diskors dari tugas mereka karena terbukti membagikan foto Adolf Hitler dan lukisan pengungsi di kamar gas melalui ponsel mereka.

Para petugas yang berjumlah 29 orang itu menggunakan ruang obrolan aplikasi beraliran paling-kanan untuk membagikan foto-foto Swastika (simbol dalam tradisi Hindu) dan simbol Nazi, kata pejabat di North Rhine-Westphalia (NRW).

Menteri Dalam Negeri NRW, Herbert Reul mengatakan, tindakan aparat penegak hukum itu sebagai ‘aib bagi polisi NRW’.

Komandan Pengawal Revolusi Iran Kembali Bersumpah, Serang Semua yang Terlibat Pembunuhan Soleimani

AS Kirim Kendaraan Lapis Baja ke Suriah, Seusai Empat Tentaranya Terluka Ditembak Pasukan Rusia

Mata Uang Iran Turun ke Rekor Terendah, 1 Dolar AS Anjlok Jadi 273.000 Riyal

Kejadian itu mengikuti beberapa insiden ekstremisme sayap kanan lainnya yang melibatkan aparat dinas keamanan Jerman.

Sebelumnya, diduga lebih dari 200 petugas polisi terlibat dalam penyerangan di 34 kantor polisi dan rumah pribadi dengan indikasi 11 tersangka utama.

Para petugas tersebut diduga telah membagikan lebih dari 100 gambar Neo-Nazi di grup WhatsApp (WA).

Beberapa tersangka menghadapi dakwaan atas penyebaran propaganda Nazi dan ujaran kebencian. Yang lainnya didakwa karena tidak melaporkan tindakan rekan mereka.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved