Breaking News:

Berita Aceh Tengah

Masjid Baitul Quddus di Kampung Mendale Dibangun dari Sumbangan Pembaca Harian Serambi Indonesia

Bencana gempa bumi yang pernah menerjang Dataran Tinggi Gayo (DTG) pada 2 Juli 2013 silam, mengakibatkan belasan ribu rumah warga di Kabupaten Aceh..

For Serambinews.com
Seorang warga sedang melakukan shalat ashar di Masjid Baitul Quddus, Kampung Mendale, Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah, Minggu (20/9/2020). 

 

Laporan Mahyadi  | Aceh Tengah

 

SERAMBINEWS.COM, TAKENGON – Bencana gempa bumi yang pernah menerjang Dataran Tinggi Gayo (DTG) pada 2 Juli 2013 silam, mengakibatkan belasan ribu rumah warga di Kabupaten Aceh Tengah, rusak. Musibah itu dikenal dengan Gempa Gayo karena pusat lindu diperkirakan berada di Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah.

Selain rumah warga, gempa berkekuatan 6,2 skala richter (SR) itu, juga merenggut puluhan jiwa meninggal dunia. Fasilitas umum, seperti sekolah, gedung perkantoran, gedung pelayanan kesehatan serta sarana ibadah sebagian ikut ambruk. Gempa ini,  juga dampaknya sangat besar dirasakan sampai kabupaten tetangga, Bener Meriah.

Untuk Kabupaten Aceh Tengah, dari 14 kecamatan yang ada di daerah itu, sekitar 12 kecamatan terkena dampak bencana Gempa Gayo. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah,  per 2 Desember 2013, jumlah rumah yang rusak sebanyak 16.403 unit, dengan kondisi rusak berat sebanyak 4.338 unit, rusak sedang 3.187 unit dan ringan sebanyak 8.878 unit.

Selanjutnya, ada sekitar 275 sarana ibadah di Kabupate Aceh Tengah yang rusak diguncang gempa. Salah satunya, Masjid Baitul Quddus di Kampung Mendale, Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah. Masjid yang awalnya dibangun oleh masyarakat secara swadaya, roboh setelah diguncang gempa berkekuatan 6,2 SR.

Posisinya terletak di kawasan yang cukup strategis, tepatnya di pintu masuk menuju Danau Lut Tawar. Bahkan lokasinya hanya berjarak sekitar 50 meter dari sepadan danau. Keberadaan masjid ini, bukan hanya dimanfaatkan oleh masyarakat Kampung Mendale, tetapi para pengunjung yang hendak menuju atau pulang dari objek wisata yang ada di seputaran Danau Lut Tawar, tak jarang singgah di masjid itu.

Hasil Liga Inggris - Tottenham Hotspur Naik 9 Posisi Usai Menang Kontra Southampton

Starting XI Chelsea vs Liverpool - Big Match Pertama di Liga Inggris 2020-2021

Bos UFC Temukan Mutiara Baru Pengganti Nurmagomedov dan McGregor yang Pensiun

Selain ingin beribadah, para pengunjung bisa menikmati panorama Danau Lut Tawar dari balik jendela masjid. Namun paska gempa 6,2 SR, 2 Juli 2013 lalu, masyarakat Kampung Mendale, selama beberapa bulan sempat tidak memiliki sarana ibadah. Mereka sempat menjalankan ibadah di bangunan darurat berdinding triplek serta beralaskan tanah.

Di kesempatan lain, usai Gempa Ketol mengguncang Dataran Tinggi Gayo, berbagai pihak mulai mengumpulkan bantuan untuk meringankan beban para korban. Tak terkecuali, Harian Serambi Indonesia. Media “besar” di bumi Serambi Mekkah ini, membuka dompet peduli dengan mengumpulkan sumbangan dari para pembaca setia koran Serambi Indonesia.

Halaman
123
Penulis: Mahyadi
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved