Info Bener Meriah

Pemkab Bener Meriah Gelar Konsultasi Publik Pembebasan Tanah Bendungan Keureuto

Pemkab Bener Meriah perlu mendengar masukan dari warga terkait rencana pembangunan Bendungan Keureuto di wilayah Mesidah dan Syiah Utama.

Penulis: Budi Fatria | Editor: Taufik Hidayat
For Serambinews.com
Sekda Bener Meriah, Drs Haili Yoga MSi 

Laporan Budi Fatria | Bener Meriah

SERAMBINEWS.COM, REDELONG - Pemkab Bener Meriah menggelar konsultasi publik pengadaan tanah daerah genangan untuk pembangunan Bendungan Keureuto bersama sejumlah tokoh masyarakat, adat, dari Kecamatan Mesidah dan Syiah Utama.

Konsultasi publik pengadaan tanah untuk pembangunan Bendungan Keureuto yang masuk dalam wilayah Kecamatan Mesidah dan Syiah Utama itu berlangsung di Gedung Olah Raga dan Seni (GORS) setempat, Sabtu (19/9/2020).

Acara tersebut dibuka langsung oleh Sekda Bener Meriah, Drs Haili Yoga MSi dan turut dihadiri pihak Balai Wilayah Sungai Wilayah I, Kamal Bahri, Kepala Perwakilan BPN Bener Meriah, Mustafa, Pasi Intel Kajari Bener Meriah, Puji Rahmadian SH, Wakapolres Bener Meriah, Kompol Maryono, Kasdim 0119/ BM, Mayor Inf M Indra S, Ketua komisi A Abubakar, Asisten I Pemerintahan dan Kesmas, Drs Mukhlis, dan Kabag Humas dan Protokol Hasyimi, serta para Camat, Reje, Mukim serta masyarakat.

Sekda Bener Meriah, Haili Yoga dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan ini untuk mendengar masukan, usulan dari warga terkait rencana pembangunan Bendungan Keureuto di wilayah Mesidah dan Syiah Utama.

“Kita semua memahami bahwa tujuan dari suatu pembangunan itu adalah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat,” kata Sekda. 

Lanjutnya, pengadaan tanah untuk kepentingan pembangunan sering kali menimbulkan masalah dan polemik dalam pelaksanaannya.

Hambatan-hambatan tersebut terjadi karena konflik kepentingan antara hak kepemilikan tanah dari pemilik lahan dan aspek hukum dalam proses pembebasan tanah tersebut yang seringkali ditunggangi oleh pihak-pihak tertentu yang berkepentingan.

Dengan itu kata Sekda, pemerintah berusaha menjembatani konflik kepentingan dengan tujuan untuk mencapai pembangunan infrastruktur yang bermuara untuk kesejahteran masyarakat.

“Kita mendapatkan berkah, karena tidak semua mendapatkan kesempatan seperti ini, yang dapat berkomunikasi dengan baik dalam proses pembangunan Bendungan Keureuto di Kabupaten Bener Meriah ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembangunan Bendungan Keureuto ini untuk meminimalisir banjir di Kota Lhoksukon, Aceh Utara, penyediaan air irigasi seluas 9.420 hektar, untuk PLTA dengan kapasitas 6,34 megawatt, penyediaan sarana air bersih dengan kapasitas mencapai 5 liter/detik dan sekaligus untuk destinasi wisata air.

“Pembangunan bendungan ini menyangkut dengan hajat hidup orang banyak, maka kegiatan ini sangat penting untuk kita lakukan. Secara umum Bendungan Keureuto ini dimaksudkan untuk mengendalikan kurang lebih 916 Km/segi daerah tangkapan air dengan trase sungai yang panjang dan lebar,” ungkapnya.(*)

Terekam CCTV, Maling Kuras Kotak Amal Masjid Pulo Sarok Singkil, Beraksi Jelang Shalat Jumat

Securiti Ditemukan Meninggal di Kebun Sawit, Polisi Pastikan bukan Korban Kejahatan, Ini Alasannya

Anak Gadisnya tak Kunjung Pulang, Ayah Terkejut Melihat Dalam Mobil Terparkir di SPBU

Miliarder Bangkrut dan Jadi Gelandangan Sebelum Ditemukan Tewas, Uang Rp 419 M Ludes, Ini Sebabnya

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved