Bank Syariah
Lagi, Empat Outlet Bank Mandiri Konversi ke Syariah
Dalam kesempatan itu, Regional CEO Bank Mandiri Region I/Sumatera I, Wono Budi Tjahyono menyampaikan peresmian ini sebagai wujud nyata Bank Mandiri
Penulis: Mawaddatul Husna | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Mawaddatul Husna | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Bank Mandiri kembali mengkonversi empat outletnya di Aceh menjadi syariah, yaitu Kantor Cabang Pembantu (KCP) Lhoksukon, KCP Langsa Opak, Kantor Kas (KK) Batuphat Lhokseumawe, dan KK Blang Lancang Lhokseumawe.
Proses peresmian keempat kantor Bank Mandiri menjadi syariah ini dilakukan oleh Direktur Distribution and Sales Bank Syariah Mandiri, Anton Sukarna secara virtual, Senin (21/9/2020).
Sebelumnya, tiga KCP Bank Mandiri di Banda Aceh juga sudah dikonversi ke syariah, masing-masing KCP Peunayong, Ulee Kareng, dan Keutapang. Sehingga kini menjadi tujuh kantor Bank Mandiri di Aceh sudah konversi ke syariah.
• Belum Lama Menjanda Cerai dari Kiwil, Meggy Wulandari Sudah Sah Menikah Lagi, Ini Sosok Suaminya
• Ketua PP Taman Iskandar Muda, Cagar Budaya Gampong Pande jangan Dirusak oleh IPAL
Dalam kesempatan itu, Regional CEO Bank Mandiri Region I/Sumatera I, Wono Budi Tjahyono menyampaikan peresmian ini sebagai wujud nyata Bank Mandiri yang senantiasa memberikan layanan terbaik kepada nasabah, dalam hal memenuhi peraturan Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah.
“Mandiri Group terus mengembangkan diri dan dengan dukungan teknologi yang real time, kita akan terus memberikan layanan terbaik kepada nasabah terutama yang ada di Aceh,” katanya.
Ia menambahkan terkait dengan pengembangan Qanun tersebut, ada beberapa hal yang dilakukan dalam konversi ini, yaitu pada sisi bisnis.
“Saya laporkan di 18 September 2020, kita sudah mengkonversikan sekitar 60 persen dari dana pihak ketiga ke Bank Syariah Mandiri. Kemudian 55 persen kredit retil sudah konversi ke Bank Syariah Mandiri,” sebutnya.
Wono menyebutkan Bank Mandiri memiliki 52 cabang, dan sudah dikonversi ke syariah sebanyak 7 cabang. Sementara sisanya secara bertahap dilakukan konversi ke syariah mulai Oktober 2020.
“Paling lambat di semester 1 tahun 2021 kita sudah ready konversi semua ke Bank Syariah Mandiri. Untuk SDM secara bertahap sudah kita lakukan migrasi ke Bank Syariah Mandiri,” kata Wono.
Pihaknya juga akan terus berkomitmen untuk menyukseskan Qanun LKS di Provinsi Aceh, serta terus memberikan layanan terbaik kepada nasabah terutama untuk perkembangan ekonomi yang ada di Aceh.
Direktur Distribution and Sales Bank Syariah Mandiri, Anton Sukarna menambahkan sampai saat ini untuk industri perbankan syariah belum ada yang memiliki kapasitas pelayanan dan ukuran layanan sebesar Bank Mandiri.
“Oleh karena itu, maka proses konversi ini bagi kami adalah sebuah pelajaran yang sangat luar biasa. Menarik karena dengan adanya Qanun Aceh ini kami belajar , dimana Bank Syariah Mandiri dalam waktu yang singkat memenuhi beberapa kapasitas, kompetensi baru yang sebelumnya kita tidak miliki diseluruh layanan Bank Syariah Mandiri di Indonesia,” sebutnya.
Dikatakatannya, disinilah peran Bank Mandiri yang membantu pihaknya untuk membangun kapasitas itu dalam waktu yang singkat. Contohnya, Bank Syariah Mandiri tidak memiliki kapasitas terkait transaksi tabungan bisnis, dan itu merupakan salah satu produk yang ada di Bank Mandiri.
“Dengan adanya qanun ini kami dalam waktu singkat juga bisa melakukan dan membuat produk itu. Dan kita sudah mengimplementasikan untuk nasabah-nasabah Bank Mandiri yang dikonversikan dana pihak ketiganya melalui Bank Syariah Mandiri,” katanya.
Dalam waktu dekat, dikatakannya, akan ada 13 kantor cabang Bank Mandiri yang dikonversi ke syariah. Hal ini dilakukan secara perlahan dan tidak mengurangi kualitas Bank Mandiri terhadap nasabahnya.
“Kami pun mulai belajar bagaimana mengelola ATM-ATM setor tarik tunai, karena selama ini Bank Syariah Mandiri hanya mengelola ATM tarik tunai saja. Nah, Aceh ini memberikan banyak inspirasi dan kita mulai mengoperasikan ATM setor tarik tunai pertama di Aceh yang berlokasi di ATM Center Bank Mandiri cabang Banda Aceh,” kata Anton Sukarna.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ilustrasi-bank-mandiri.jpg)