Breaking News:

Pilkada Serentak 2020

Mendagri Surati KPU, Larang Kerumunan Massa dan Konser dalam Pilkada 2020

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian melarang adanya kerumunan massa dalam setiap tahapan pemilihan kepala daerah (Pilkada)...

For Serambinews.com
Mendagri, Muhammad Tito Karnavian. 

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian melarang adanya kerumunan massa dalam setiap tahapan pemilihan kepala daerah (Pilkada), terutama saat kampanye.Apapun bentuknya, kerumunan massa   harus dibatasi semaksimal mungkin.

"Saya tidak setuju ada rapat umum, konser apalagi. Saya membuat surat langsung ke KPU, Kemendagri keberatan tentang itu dan kemudian segala sesuatu yang menimbulkan kerumunan itu yang berpotensi tidak bisa jaga jarak dibatasi. Tapi kalau semua kerumunan dibatasi yang diuntungkan adalah petahana karena petahana dari 270 daerah sekian petahana  powernya," kata Mendagri saat jadi narasumber dalam Webinar Nasional Seri 2 KSDI bertajuk,"Strategi Menurunkan Covid-19, Menaikan Ekonomi" di Jakarta, Minggu (20/9/2020).

Oleh karena itu agak kurang fair kata Mendagri, jika dibatasi total. Non petahana tentu ingin popularitas dan elektabilitasnya naik. Maka diberikan ruang yang disebut rapat terbatas. Dirinya  sebagai Mendagri, telah mengusulkan pertemuan atau rapat terbatas hanya boleh dihadiri maksimal 50 orang. Dan itu mesti jaga jarak, Ia juga mendorong kampanye daring.

"Kemudian kita tahu kampanye dari itu bisa sampai ratusan ribu orang, apalagi live streaming konser pun boleh konser daring yang diinisiasi oleh Ketua MPR misalnya, dan ini sebetulnya menjadi peluang untuk event organizer kampanye.  Nah, memang ada hambatan yang tidak memiliki saluran komunikasi yang baik, tapi ada RRI ada TVRI yang bisa tembus dan di beberapa daerah hijau masih bisa dilakukan kampanye terbatas," kata Mendagri.

Jadi, katanya, Pilkada ini sebetulnya jika setting-nya baik menjadi momentum emas untuk membuat 270  daerah daerah yang menggelar pemilihan bergerak menangani covid-19. Mereka yang menjadi pasangan calon bergerak semua menangani covid.

"Masyarakat dibangkitkan, pilihlah pimpinan yang bisa menangani covid dan dampak sosial ekonomi di daerah masing-masing itu. Kampanye harus dilakukan sehingga masyarakat nanti menggunakan hak pilihnya untuk memilih pemimpin yang bisa menyelesaikan masalah ini di daerahnya. Otomatis kalau bisa dibangun setting ini para calon kepala daerah ini di pikiran mereka hanya berpikir bagaimana tangani covid-19 itu," katanya.

Karena itu kata Mendagri, perlu  regulasi untuk mencegah kerumunan sosial dan untuk mendorong serta mewajibkan para calon kepala daerah ini dan tim suksesnya melakukan kampanye masif misalnya membagikan masker, hand sanitizer atau sabun.  Atau juga membuat tempat sabun di tempat-tempat publik dengan nama gambar pasangan calon.

"Semakin banyak semakin baik, itu akan membantu sebetulnya langkah-langkah penanganan covid-19," ungkapnya.(*)

MotoGP 2020 Baru Gelar 7 Balapan, Sudah Ada 6 Pemenang Berbeda, Bakal Ada Juara Dunia Baru

Pria Ini Bacok Temannya dengan Parang hingga Tewas, Marah Diejek Jadi Buruh Sawit

Cristiano Ronaldo Ukir Rekor Fantastis, Selalu Cetak Gol dalam 19 Musim di Liga

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved