Breaking News:

Berita Aceh Jaya

Terkait Kedatangan Kapal di Aceh Jaya: Keramaian Lain Dihentikan, Kenapa di Pelabuhan Diizinkan

Wakil Ketua DPRK Aceh Jaya, T Asrizal menilai Bupati tidak tegas terkait masuknya kapal ke pelabuhan Jeti Aceh Jaya.

Serambinews.com
Wakil Ketua DPRK Aceh Jaya T Asrizal 

Laporan Riski Bintang | Aceh Jaya

SERAMBINEWS.COM, CALANG - Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Jaya T Asrizal menilai Bupati Aceh Jaya tidak tegas terkait bersandarnya kapal di pelabuhan Jeti Aceh Jaya beberapa waktu lalu.

Menurutnya, hal itu bertolak belakang dengan apa yang sedang dilakukan pemerintah dalam mengatasi permasalah pandemi Covid-19 di kabupaten yang saat ini masu zona merah.

"Seluruh kegiatan masyarakat dipantau, razia masker dan pemberian sanksi juga diberikan, tapi kenapa kapal asing boleh bersandar, sebenarnya apa yang sedang dilakukan dan diinginkan pemerintah," ungkapnya.

T Asrizal menambahkan jika ini menjadi sebuah ironi dimana pemerintah memperketat pergerakan masyarakat agar Covid-19 teratasi dan Aceh Jaya keluar dari zona merah sedangkan warga dari luar diizinikan masuk dengan bebas.

"Ini Ironis, untuk warga di dalam kita perketat, sedangkan warga luar negeri di izinkan masuk, aneh sekali kepemimpinan bupati kita," sebut Teuku Asrizal, Senin (21/9/2020)

Ia kembali mempertanyakan persoalan reaktif atau tidaknya para ABK tersebut dan masyarakat yang disanksi sosial kemudian diviralkan.

"Kalau alasan mareka yang datang dengan kapal itu tidak reaktif, apakah masyarakat yang di viralkan menyanyikan lagu Indonesia Raya itu telah terbukti reaktif," ungkapnya.

"Yang selama ini di sweeping, lalu di suruh menyanyikan lagu, di suruh baca surah alqur'an, apa sudah tentu reaktif? kan aneh, hukum tajam ke bawah," tambahnya.

Asrizal sendiri juga sangat menyesalkan sikap pemerintah, dimana untuk keramaian dalam kegiatan keagamaan diarahkan agar menghentikan sementara kegiatan tapi memberikan izin keramaian di kawasan pelabuhan.

"Jamaah zikir diminta hentikan sementara waktu, kenapa kapal china boleh masuk, bupati harus jelaskan ke warga Aceh Jaya bila sudah membangun kerjasama dengan negara luar, sehingga di bolehkan masuk, kapan pun, termasuk saat Aceh Jaya di hantam corona. Jika bukan demikian, lalu bagaimana?," tanyanya.

Teuku Asrizal berharap, Bupati Aceh Jaya untuk mengedepankan kepentingan kesehatan dan nyawa warga Aceh Jaya dari segala bentuk kepentingan yang lain.(*)

Pulang Bimtek di Zona Merah, 20 Anggota Dewan Bener Meriah Jalani Rapid Test

Seorang Pengedar Sabu Ditangkap Polisi di Gayo Lues, 3 Orang Lainnnya Masih Buron

Indonesia Catat Rekor Baru, Hari Ini Bertambah 4.176 Orang Positif Covid-19

Terlibat Jual Beli Ganja, Anak Mantan Pejabat Diringkus Polisi

 

Penulis: Riski Bintang
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved