Breaking News:

Luar Negeri

4 Agen CIA Tenggelam di Laut China Selatan, Hilang dalam Misi Rahasia Melacak Militer China

Keempatnya disebut terkena badai tropis di Luzon, pulau di Filipina, saat berusaha memasang pelacak yang berbentuk seperti batu.

Editor: Faisal Zamzami
Yahoo News via The Sun
Stephen Stanek, salah satu agen Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (AS) yang ditugaskan dalam misi rahasia melacak militer China. Dia bersama tiga agen lainnya diketahui tenggelam setelah kapal yang ditumpanginya menuju ke Badai Tropis Higos. (Yahoo News via The Sun) 

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON DC - Empat agen Badan Intelijen Pusat AS (CIA) dilaporkan tenggelam dalam misi rahasia melacak pergerakan militer China di Laut China Selatan.

Keempatnya disebut terkena badai tropis di Luzon, pulau di Filipina, saat berusaha memasang pelacak yang berbentuk seperti batu.

Laut China Selatan merupakan salah satu jalur perdagangan dunia, dan menjadi sumber kontestasi China dengan sejumlah negara di Asia Tenggara.

Misi pada 2008 itu terjadi lima tahun sebelum Beijing membangun pulau buatan berfungsi sebagai pos pengamatan, membuat tensi dengan AS memanas.

Dilaporkan Yahoo News, dua agen CIA yang menjadi penanggung jawab adalah Stephen Stanek dan Michael Perich, di mana mereka berlatih sebagai penyelam.

Stanek yang menjadi pemimpin merupakan bagian dari pusat aktivitas paramiliter, dan pernah menjadi penyelam limbah angkatan laut.

Sementara Perich baru lulus dari US Merchant Marine Academy, di mana dia langsung ditempatkan di operasi paramiliter telik sandi AS itu.

Kenangan Pahit Konflik Irak-Iran, Masih Membekas Hingga 40 Tahun Kemudian

Damkar Aceh Tamiang Lakukan Operasi Lintas Provinsi, Bantu Pemadaman Beko Terbakar di Besitang

Dua agen lainnya yang membantu misi rahasia adalah Jamie McCormick dan Daniel Meeks dari kapal sepanjang 12 meter, dilansir The Sun Senin (21/9/2020).

Misi mereka adalah menanamkan pelacak di perairan Luzon, dan kemudian menuju Jepang sebelum kembali mengabilnya beberapa pekan kemudian.

 Pelacak yang disamarkan sebagai batu itu berfungsi merekam dan mencatat setiap sinyal yang dipancarkan militer China maupun kapal lainnya.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved