Video
VIDEO - Museum Senjata dan Peralatan Perang di Teheran, Saksi Bisu Keganasan Perang Iran-Irak
Museum Pertahanan Suci di Teheran, ibu kota Iran, menjadi saksi perang berdarah antara Iran dan Irak yang berlangsung selama 8 tahun.
Penulis: Yuhendra Saputra | Editor: Mursal Ismail
Museum Pertahanan Suci di Teheran, ibu kota Iran, menjadi saksi perang berdarah antara Iran dan Irak yang berlangsung selama 8 tahun.
SERAMBINEWS.COM, TEHERAN - Museum Pertahanan Suci di Teheran, Ibu Kota Iran, menjadi saksi bisu perang berdarah antara Iran dan Irak selama 8 tahun (22 September 1980 - 20 Agustus 1988).
Peralatan dan senjata milik para korban yang sudah meninggal dalam peperangan itu pun, kini setiap tahun dipamer dalam parade militer.
Irak, pihak terlibat dalam perang bersejarah itu tidak memiliki koleksi peninggalan setelah Saddam Hussein digulingkan pada tahun 2003.
Iran berusaha melestarikan saksi bisu perang ini untuk generasi berikutnya.
Parade militer dan upacara peringatan diadakan pada 22 September, memperingati perang tersebut yang dimulai setiap tahun di Iran.
• VIDEO - Italia Kembalikan Prasasti Berusia 1.800 Tahun kepada Turki
• Wanita Usia 45 Tahun Diperkosa 6 Pria, Keponakannya Dipaksa Ikut, Videonya Disebar ke Medsos
• Andrea Pirlo Sukses Bawa Juventus Raih Poin Penuh, Bantai Sampdoria 3-0
Mereka yang kehilangan nyawa dalam perang diperingati dengan peristiwa yang berlanjut sepanjang minggu.
Iran juga melestarikan sejarah perang dengan membuka museum, menerbitkan buku, dan menerjemahkan film.
Peralatan militer yang dipamerkan seakan-akan membawa pengunjung pada saat konflik berdarah itu terjadi.
Dibangun oleh Kota Metropolitan Teheran dan dibuka pada tahun 1992, Museum Pertahanan Suci Iran seolah menampilkan perang 8 tahun.
Rudal, roket, peluncur rudal, peluncur roket, pesawat, helikopter, bahan peledak, tentara, markas besar, dan rumah-rumah yang hancur yang digunakan dalam Perang Iran-Irak membawa pengunjung ke hari-hari konflik berdarah.
"Tujuan museum bukan untuk melupakan mereka yang kehilangan nyawa dalam Perang Iran-Irak"
Berbicara kepada Anadolu Agency, Petugas Hubungan Internasional Museum Pertahanan Suci Iran, Mucteba Ibadi mengatakan bahwa gedung ini dibangun di atas lahan seluas 22.000 meter persegi dan merupakan museum terbesar di dunia dan juga tempat paling modern di Asia Barat.
Dia mengatakan bahwa beberapa bagian dari museum termasuk karya-karya dari periode Kekaisaran Achaemenid (Persia) sebelum Islam. (*)
Sumber: Anadolu Agency
Video Editor: Yuhendra Saputra