Breaking News:

Salam

Perlu Kebijakan Baru Terhadap Paramedis  

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat meminta Pemerintah menerapkan strategi yang tepat dalam pengalokasian tenaga medis yang terbatas

For Serambinews.com
Petugas medis di RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli, Pidie melakulan simulasi penanganan pasien terinfeksi Covid-19 di rumah tersebut. FOR SERAMBINEWS.COM 

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat meminta Pemerintah menerapkan strategi yang tepat dalam pengalokasian tenaga medis yang terbatas pada penanganan Covid‑19 di Tanah Air. Evaluasi penting dilakukan agar kebijakan pembatasan sosial di sejumlah daerah bisa menekan lonjakan positif Corona secara signifikan. "Yang terjadi sekarang adalah meski kebijakan pembatasan sosial diterapkan di sejumlah daerah, pertambahan positif Covid‑19 tetap meningkat."

Menurut wakil rakyat itu, terus bertambahnya jumlah orang yang terpapar virus Corona, sangat mempengaruhi kondisi para tenaga kesehatan seperti dokter dan paramedis. Saat ini, di mana-mana  tenaga medis dan relawan medis sudah mulai kelelahan menangani lonjakan kasus positif Covid‑19.

Yang mengejutkan kita adalah data yang diungkap legislator itu. Katanya, sebaran tanaga medis di Indonesia sangat tidak merata. "Mayoritas tenaga medis, sekitar 98,9% ada di Pulau Jawa. Dokter dan perawat yang bertugas di luar Jawa hanya 1,1% atau 1.787 orang," terangnya.

Kita tidak tahu data itu valid atau tidak. Namun, menurutnya, ketidakmerataan jumlah tenaga kesehatan di Tanah Air, harus diatasi dengan kebijakan yang segera agar penanganan pengendalian Corona secara baik bisa segera direalisasikan.

Ya, kita sangat setuju bahwa saat ini, langkah antisipatif menghadapi lonjakan kasus positif Corona harus segera direalisasikan, agar masyarakat tetap merasa aman di masa pandemi ini. Memang, secara psikologis di masa krisis seperti saat ini, sangat penting untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat bahwa Pemerintah mampu mengendalikan penyebaran virus Corona. Tentu, ini harus dengan langkah yang tepat dan upaya yang nyata.

Selain itu, yang juga sangat penting adalah Pemerintah memberi jaminan perlindungan bagi tenaga medis yang bersinggungan langsung dengan pasien Covid‑19 serta mengevaluasi standar kebijakan protokol keamanan dan penanganan Corona, khususnya bagi para petugas medis. Jadi, harus ada treatment atau perlakukan khusus yang lebih baik lagi kepada dokter dan peramedis supaya mereka benar-benar terlindungi ketika bertugas.

Ada yang berpendapat, bentuk perlindungan itu mencakup alat pelindung diri (APD) yang lengkap dan berstandar Badan Kesehatan Dunia (WHO), alat kesehatan yang memadai dan merata di seluruh Indonesia dari pusat sampai daerah. Selain pemenuhan kebutuhan APD, pemerintah juga didorong agar memperhatikan kondisi kebugaran tenaga medis. Hal itu meliputi jam kerja para dokter yang menangani Covid‑19 yang perlu dievaluasi agar tidak melebihi batas kerja normal karena hal itu akan mengurangi ketahanan atau imunitas. Pemerintah juga perlu mem‑perhatikan gizi dan vitamin untuk mereka. Maka, lancarkan juga pencairan insentif kesehatan yang sudah dijanjikan.

Kemudian, masyarakat juga harus membantu agar jumlah tenaga medis yang terbatas itu bisa terhindar dari paparan Corona. Sebab, sebagian besar tenaga medis yang terpapar Corona itu, menurut pengamatan pemerintah, akibat ketidakjujuran pasien rumah sakit. Ada sejumlah pasien yang tidak mau menjelaskan  identitas dan riwayat perjalanan serta sakitnya saat dirawat di rumah sakit. Setelah beberapa waktu barulah dia mengakui, misalnya,  bahwa ia pernah kontak erat dengan pasien positif Corona atau pernah melakukan perjalanan ke zona merah Corona. Ini bukan hanya terjadi di Aceh, tapi menurut pemerintah ini terjadi di seluruh Indonesia.

Karena itulah, pekan lalu di rubrik ini kita sudah secara khusus mengingatkan supaya masyarakat bersikap jujur saat datang ke fasilitas-fasilitas pelayanan kesehatan, seperti Puskesmas dan rumah sakit. Ini penting terutama agar si pasien bisa segera mendapat penanganan secara khusus dan dokter serta tenaga medis yang menanganinya juga bisa terhindar dari kemungkinan paparan virus Corona.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved