Senin, 27 April 2026

Luar Negeri

Arab Saudi Dirikan Pusat Teknologi Emisi Karbon Jadi Bernilai Ekonomi, Seperti Pembangkit Listrik

Kementerian Energi dan Kota Raja Abdul Aziz untuk Sains dan Teknologi (KACST) menandatangani nota kesepahaman (MoU) pada Rabu (23/9/2020).

Editor: M Nur Pakar
Foto: Saudi Press Agency
Menteri Energi Pangeran Abdul Aziz bin Salman, dan Kepala KACST, Dr. Anas bin Fares Al-Faris tandatangani MoU penelitian emisi karbon jadi bernilai ekonomis di Riyadh, Arab Saudi, Rabu (23/9/2020). 

SERAMBINEWS.COM, RIYADH - Kementerian Energi dan Kota Raja Abdul Aziz untuk Sains dan Teknologi (KACST) menandatangani nota kesepahaman (MoU) pada Rabu (23/9/2020).

Kesepakatrani tu untuk mendirikan Pusat Bersama Penelitian tentang Penangkapan, Penyimpanan dan Teknologi Penggunaan Karbon, dengan tujuan menyediakan dukungan ilmiah untuk komitmen emisi karbon Kerajaan.

MoU tersebut ditandatangani Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdul Aziz bin Salman, dan Kepala KACST, Dr. Anas bin Fares Al-Faris.

Hal itu bertujuan memaksimalkan konten lokal, menyediakan lingkungan penelitian untuk mengatasi emisi karbon dan mengubahnya menjadi produk bernilai ekonomi, lansir SPA, Rabu (23/9/2020).

Mengembangkan kemampuan penelitian dan pengembangan nasional bekerja sama dengan pusat-pusat global melalui transfer teknologi dan pemasaran.

Juga mempromosikan kepemimpinan global dalam bidang penangkapan karbon, penyimpanan dan penggunaan teknologi.

Mahasiswa Arab Saudi di Australia Disebut Pahlawan Sejati, Selamatkan Pria Victoria dari Sungai 

Arab Saudi Punya Gudang Canggih, Penyimpanan dan Distribusi Barang Secara Otomotis

Raja Salman Dari Arab Saudi Minta PBB Melucuti Persenjataan Hizbullah di Lebanon

Di bawah MoU, kedua pihak akan bekerjasama mengembangkan kerangka umum penelitian dan pengembangan di bidang penangkapan karbon, penyimpanan dan penggunaan teknik penelitian.

Menyatukan upaya di antara entitas penelitian, bekerja sama dengan pusat global, dan fokus pada prioritas Kerajaan, sehingga berkontribusi pada diversifikasi sumber daya ekonominya.

Memorandum tersebut termasuk mempromosikan pertukaran informasi dan data statistik untuk pelaksanaan penelitian dan usaha patungan, dan pertukaran keahlian ilmiah, serta penelitian serta saran teknis antara para pihak.

Ini juga mencakup penelitian dan pengembangan teknik penangkapan karbon pada sumber emisi tetap seperti pembangkit listrik dan pabrik semen.

Saudi berupaya mengurangi emisi karbon dioksida (CO2) dan nitrogen oksida menggunakan teknologi pembakaran oksigen, dan pengembangan karbon dioksida ke sistem konversi fotovoltaik surya.

Tujuan lain dari MoU ini termasuk pengembangan teknik injeksi CO2 dengan bahan polimer dan fly ash di reservoir.

Dan pengembangan katalis kimia untuk mengubah CO2 yang ditangkap menjadi polikarbonat berkinerja tinggi.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved