Luar Negeri
Arab Saudi Dirikan Pusat Teknologi Emisi Karbon Jadi Bernilai Ekonomi, Seperti Pembangkit Listrik
Kementerian Energi dan Kota Raja Abdul Aziz untuk Sains dan Teknologi (KACST) menandatangani nota kesepahaman (MoU) pada Rabu (23/9/2020).
SERAMBINEWS.COM, RIYADH - Kementerian Energi dan Kota Raja Abdul Aziz untuk Sains dan Teknologi (KACST) menandatangani nota kesepahaman (MoU) pada Rabu (23/9/2020).
Kesepakatrani tu untuk mendirikan Pusat Bersama Penelitian tentang Penangkapan, Penyimpanan dan Teknologi Penggunaan Karbon, dengan tujuan menyediakan dukungan ilmiah untuk komitmen emisi karbon Kerajaan.
MoU tersebut ditandatangani Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdul Aziz bin Salman, dan Kepala KACST, Dr. Anas bin Fares Al-Faris.
Hal itu bertujuan memaksimalkan konten lokal, menyediakan lingkungan penelitian untuk mengatasi emisi karbon dan mengubahnya menjadi produk bernilai ekonomi, lansir SPA, Rabu (23/9/2020).
Mengembangkan kemampuan penelitian dan pengembangan nasional bekerja sama dengan pusat-pusat global melalui transfer teknologi dan pemasaran.
Juga mempromosikan kepemimpinan global dalam bidang penangkapan karbon, penyimpanan dan penggunaan teknologi.
• Mahasiswa Arab Saudi di Australia Disebut Pahlawan Sejati, Selamatkan Pria Victoria dari Sungai
• Arab Saudi Punya Gudang Canggih, Penyimpanan dan Distribusi Barang Secara Otomotis
• Raja Salman Dari Arab Saudi Minta PBB Melucuti Persenjataan Hizbullah di Lebanon
Di bawah MoU, kedua pihak akan bekerjasama mengembangkan kerangka umum penelitian dan pengembangan di bidang penangkapan karbon, penyimpanan dan penggunaan teknik penelitian.
Menyatukan upaya di antara entitas penelitian, bekerja sama dengan pusat global, dan fokus pada prioritas Kerajaan, sehingga berkontribusi pada diversifikasi sumber daya ekonominya.
Memorandum tersebut termasuk mempromosikan pertukaran informasi dan data statistik untuk pelaksanaan penelitian dan usaha patungan, dan pertukaran keahlian ilmiah, serta penelitian serta saran teknis antara para pihak.
Ini juga mencakup penelitian dan pengembangan teknik penangkapan karbon pada sumber emisi tetap seperti pembangkit listrik dan pabrik semen.
Saudi berupaya mengurangi emisi karbon dioksida (CO2) dan nitrogen oksida menggunakan teknologi pembakaran oksigen, dan pengembangan karbon dioksida ke sistem konversi fotovoltaik surya.
Tujuan lain dari MoU ini termasuk pengembangan teknik injeksi CO2 dengan bahan polimer dan fly ash di reservoir.
Dan pengembangan katalis kimia untuk mengubah CO2 yang ditangkap menjadi polikarbonat berkinerja tinggi.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kesepakatan-arab-saudi-teliti-karbon.jpg)