Breaking News:

Qanun LKS

Bagaimana Kalau Tidak Bersedia Untuk Konversi ke BRIsyariah ?

jika di BRI ada produk Tabungan, maka di BRIsyariah pun ada Tabungan dengan prinsip Wadiah dan atau Mudharobah. Demikian juga, ada produk Giro

Editor: IKL
For Serambinews.com
Wawan Ruswanto, Pinwil BRI Aceh 

Bagaimana jika tidak bersedia untuk Konversi ke BRIsyariah ?

Proses Implementasi Qanun tentang Lembaga Keuangan Syariah (LKS) di BRIsyariah, sesuai Qanun nomor 11 tahun 2018, telah berlangsung sejak tahun 2019. Tepatnya bulan Juli 2019.  Karena ini sudah September 2020, maka proses konversi dari BRI ke BRIsyariah telah berjalan 1 tahun lebih. Cukup lama.

Lamanya waktu diperlukan tidak hanya untuk mendatangkan Nasabah BRI ke kantor untuk proses konversi, tetapi juga untuk memberikan pemahaman dan meyakinkan bahwa kebutuhan transaksi keuangan yang biasa dilayani oleh BRI, juga dapat diperoleh dari BRIsyariah. Sama saja. Yang beda adalah Akad nya. Akad harus sesuai prinsip syariah Islam.

BRI dan BRIsyariah “terikat” dalam satu MOU tentang Implementasi Qanun LKS, yang intinya adalah melakukan Pengalihan portfolio bisnis dari BRI Aceh ke BRIsyariah. Dalam menjalankan MOU ini, BRI dan BRIsyariah yang merupakan Induk dan Perusahaan Anak, perlu dilakukan identifikasi awal terhadap Produk yang dimanfaatkan oleh Nasabah. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa sebagian besar produk BRI memiliki produk padanan nya di BRIsyariah.

Sebagai contoh, jika di BRI ada produk Tabungan, maka di BRIsyariah pun ada Tabungan dengan prinsip Wadiah dan atau Mudharobah. Demikian juga, ada produk Giro dan Deposito.

Di sisi Aset, jika di BRI ada produk Kredit Investasi dan Modal Kerja, maka di BRIsyariah pun ada produk sejenis. Jadi, tentu tidak menjadi masalah jika harus dilakukan konversi dari BRI ke BRIsyariah.

Ternyata tidak sesederhana itu. Nasabah beragam dalam menerima tawaran untuk konversi. Ada Nasabah yang dapat menerima asal produk memiliki fitur utama yang sama, walaupun Perjanjian atau Akad nya berbeda. Yang penting, masih dapat dimanfaatkan. Kurang lebih sama.

Nasabah ini lebih mementingkan terhadap kepatuhan dalam pelaksanaan Qanun LKS yang diwajibkan bagi Warga Aceh yang beragama Islam.  Tetapi ada juga Nasabah yang membutuhkan fitur khusus yang ada di BRI tetapi belum tersedia di BRIsyariah. Sebagai contoh, Layanan Prioritas. BRIsyariah belum memiliki layanan dimaksud. Senyatanya, masih dalam proses pengajuan ke OJK sebagai Produk & Aktivitas Baru (PAB). Nah, disini yang sulit. Disatu sisi, Nasabah wajib konversi karena Qanun LKS.

Namun di sisi lain, BRIsyariah belum memiliki layanan yang selama ini dinikmati dari BRI. Dilema. Apakah harus berkorban dengan tidak adanya layanan prioritas ataukah tetap bertahan menjadi Nasabah Prioritas BRI sampai masa transisi implementasi Qanun LKS berakhir di 4 Januari 2022 atau lebih baik tutup rekening di BRI dan buka rekening Simpanan dengan Layanan Prioritas di Bank lain. Misalnya di Bank Syariah Mandiri (BSM). 

Ini adalah salah satu penyebab proses konversi ke BRIsyariah belum sepenuhnya tuntas. Ada banyak penyebab lain. Kemudian, bagaimana menyikapi kondisi ini ? Bagi Nasabah, ada beberapa pilihan yang dapat dilakukan, baik untuk jangka sangat pendek maupun untuk yang lebih permanen, sepanjang tetap sesuai dengan Qanun LKS. Bagi Bank BRIsyariah, langkah yang paling tepat adalah menyesuaikan seluruh Layanan yang dibutuhkan oleh pasar dan sekaligus sesuai dengan Qanun LKS. Ini juga sebagai wujud dari nilai “Customer Focus” (*).

Hujan Emas BRI 2
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved