Breaking News:

Citizen Reporter

Lagu Bungong Jeumpa di Festival Internasional Hamburg

Bagi mereka yang berada di luar Aceh seperti saya, lagu ini mengingatkan tentang kampung halaman, jadi “pengobat rindu”.

Editor: Mursal Ismail
For Serambinews.com
SYERA FAUZYA LESTARI, Dosen ISBI Aceh 

Aransemen lain, misalnya, adalah versi gitar akustik oleh pemain gitar Jubing Kristianto. Ia membawakan versi ini di Kompas TV dan juga di kanal YouTube pribadinya.

Tanpa vokal, Bungong Jeumpa di tangan Jubing adalah susunan nada dari petikan gitar akustiknya. Jubing tertarik membawakan lagu ini karena pesannya untuk mengenang para pahlawan (diibaratkan sebagai bunga) yang gugur di medan perang (simbol keindahan dari bunga tersebut).

Saat saya menempuh pendidikan di Institut Seni Indonesia di Surakarta, teman-teman penari dan pemusik suka dengan lagu Bungong Jeumpa dan bisa menyanyikannya dengan baik, meskipun sebagian liriknya yang mudah diingat dan diucapkan.

Saat ini, di perantauan yang jauh di Jerman, saya juga melihat pertunjukan musik di mana lagu Bungong Jeumpa dinyanyikan.

Acara yang baru-baru ini ialah festival musim panas, Sommer Festival bulan Agustus di Hamburg.

Pada 12 Agustus lalu, grup musik The Toffi Hamburg tampil menjadi pengisi acara.

Para personel The Toffi yang merupakan WNI yang merantau ke Hamburg, dengan bangga mengenalkan lagu-lagu daerah Indonesia di panggung internasional.

Mereka menyanyikan lagu Bungong Jumpa di depan penonton yang sebagian besar adalah masyarakat Jerman. Beberapa orang Indonesia juga hadir di festival ini.

Seorang vokalis asal Bangka Belitung bernama Sardha, berkolaborasi dengan dua vokalis peranakan Indonesia-Jerman, Amelia Arnold, dan Indonesia-Australia, Kartini Suharto.

Para vokalis ini diiringi musik yang dibawakan oleh Muller Manalu (keyboard) dan Setyo Murdi Antoro (bass).

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved