Breaking News:

Inovasi

Syukri Cot Jarat Produksi Tiga Model Jeungki Ie untuk Topografi Berbeda

Harga jeungki ie ini mulai dari Rp 45 juta hingga Rp 1 miliar lebih. Mahalnya Jengki Ie ini tergantung model dan lokasi pemasangannya.

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Taufik Hidayat
Serambinews.com
Jeungki Ie yang dipasang di desa Blang Tingkeum, Kota Juang Bireuen. 

Laporan Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM - Syukri (45) warga Desa Cot Jrat, Kota Juang, Bireuen bersama Posyantekdes dan dukungan dana desa setelah sukses merancang jeungki ie dengan merek Logitek beberapa waktu lalu kini merancang tigamodel jengki ie lainnya untuk  penempatan lokasi dengan tofografi berbeda.

Syukri yang didampingi Fauzi selaku kepala desa dan M Diah mantan kepala desa kepada Serambinews.com, Sabtu (26/09/2020) mengatakan,  mereka berhasil mengembangkan alat Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa pompa hydran alias “Jeungki ie” dengan merk LOGITEK melalui Posyantekdes dengan dukungan Dana Desa. 

Sekarang ia sedang merakit tiga model lainnya  yaitu model rotary  atau Model Single Rotary (MSR), dirakit untuk lokasi yang sumber airnya tidak memiliki selisih ketinggian, pemasangannya di dalam sungai yang airnya mengalir.

Model ke tiga katanya diberi nama model turbin atau Model Single Value (MSV), model tersebut dirancang untuk penempatan pada lokasi yang sumber airnya memiliki selisih ketinggian minimal 2 meter setelah dipasang.

Terakhir Model Single Turbin (MST) untuk kawasan tertentu, pemasangannya menggunakan teknik bawah tanah dengan menggunakan konstruksi beton bertulang atau beton struktural K-300.

Disebutkan, dari empat jengki ie tersebut produk pertama yang diberinama Logitek telah dipasang di saluran irigasi Blang Tingkeum, kemudian satu model lagi dipasang pada tempat usahanya sebagai contoh produk tersebut.

“Saat ini ada empat unit model MSR sudah dipesang untuk kawasan Peusangan Selatan dan Juli Bireuen, sedangkan lainnya sedang dilakukan koordinasi dengan pemesan,” ujarnya. 

Syukri yang mengaku baru pulang dari Gayo Lues memasang jengki ie di sana, menambahkan, setiap calon pemesan ia mengirim tim teknis ke lokasi pemasangan untuk melihat lokasi penempatan.

“Tim teknis, tim perencanaan akan melihat lokasi pemasangan dan setelah dipastikan bisa dipasang baru dilakukan tahapan berikutnya,” ujar Syukri.

Pemasangan pada setiap lokasi dilakukan tim teknik termasuk pendamping desa Cot Jrat sendiri.

Menyangkut harga jual setiap produk, Syukri mengatakan, ada yang harganya Rp 45 juta, Rp 250 juta dan ada juga yang mencapai Rp 1 miliar lebih, mahalnya Jengki Ie tergantung model dan juga  titik lokasi pemasangan dan sulitnya mengangkut material ke lokasi.

Seperti di Gayo Lues, penempatan jengki ie di kawasan perbukitan, material harus diangkut dengan tenaga manual dari ruas jalan negara ke lokasi pemasangan yang melibatkan banyak orang. 

Sebelum produk dijual kepada pemesan, Syukri bersama timnya melihat lokasi  jengki model mana yang cocok sehingga jengki ie bermanfaat bagi masyarakat dan bertahan lama, ujarnya.(*)

BREAKING NEWS - Perbukitan Seumadam Longsor, Jalur Banda Aceh-Medan Lumpuh

KABAR GEMBIRA! Arab Saudi Cabut Larangan Ibadah Haji, Dibagi 2 Fase, Ini Jumlahnya

Perjalanan Panjang Anwar Ibrahim untuk Menjadi Pemimpin Malaysia

Suami Mengaku Positif Covid-19 dan Tinggalkan Istri, Rupanya Cuma Alasan untuk Temui Wanita Lain

Janda Bolong, Tanaman Hias Sultan dengan Harga Selangit, Ada yang Sampai Ratusan Juta

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved